Bahan Ajar Ini Dibuat Oleh Saifuddin Amrullah SMPN 2
Bandar
PERIODISASI SASTRA
Periode sastra Indonesia dibagi menjadi beberapa versi
berdasar pendapat beberapa tokoh sastra :
1. Ajib Rosidi, membagi :
Masa kelahiran (awal abad XX – 1945)
1 Periode awal abad XX-1933
2 Periode 1933-1942
3 1942-1945
Masa perkembangan (1945-kini)
1 1945-1953
2 1953-1961
3 1961- kini
2. HB. Jassin, membagi :
1 Sastra melayu lama
2 Sastra Indonesia modern
3. JS. Badudu, membagi :
Kesusastraan lama (angkatan lama)
1 Masa purba
2 Masa hindu Arab
Kesusastraan peralihan
1 Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi
2 Balai pustaka
Kesusastraan baru
1 PB
2 Angkatan 45 / angkatan baru
3 Angkatan muda
4. Usman Effendi :
1 Kesusastraan lama (…. -1920)
2 Kesusastraan baru (20-45)
3 Kesustraan modern (45-….)
5. Zuber Usman :
1 Kesusastraan Lama
2 Zaman peralihan (Munsyi)
3 Kesusastraan Baru
a. Z. BP (1908)
b. Z. PB (1933)
c. Z. Jepang (1942)
d. Z. 45
6. Sabaruddin Ahmad :
Kesastraan Lama
a. Dinamisme
b. Hinduisme
c. Islamisme
Kesastraan Baru
a. Masa Abdullah
b. Masa BP
c. Masa PB
d. Masa 45
FRASE
Morfem adalah unsur-unsur pembentuk kata.
Kata ialah bagian atau unsur kalimat yang dapat berdiri
sendiri
Frase ialah satuan gramatik yang terdiri atas gabungan
dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi,
jika ketiganya diurutkan maka :
Morfem ? kata ?
frase
Ciri-ciri frase :
1 Minimal dua kata atau lebih
2 Ada ikatan makna yang membentuk 1 kesatuan
3 Tidak melebihi fungsi (S-P-O-K)
Frase dapat terjadi dari :
1. Kata dengan kata ? gadis cantik, hati hancur,
orang tua
2. Frase dengan frase ? petani muda / sangat rajin,
cincin berlian / milik Aladdin
3. Kata dan frase ? perwira / yang gagah berani,
negeriku / indah permai
Macam frase :
F. eksosentris (frase yang unsur-unsurnya tidak
dapat menggantikan fungsi frase tersebut)
Jenis frase eksosentris :
1 Preposisional ( di atas, kepada kawan, untuk
dinikmati, bagi mereka, dengan baik)
2 Objektif / pelengkap ( membaca buku, menulis
karangan, dsb)
3 Predikatif (ayahku datang, hujan turun, kayu
potong)
4 Konjungtif ( ketika / ayah datang, asal / rajin
belajar, karena / banjir menggenang)
F. endosentris (frase yang mempunyai distribusi dan
fungsi yang sama dengan salah satu atau semua unsurnya)
Jenis frase endosentris :
Atributif / bertingkat (salah satu unsur sebagai
inti, yang lain sebagai penjelas)
Dibagi menjadi :
1 DM / diterangkan menerangkan (ayah saya, anak
rajin, rumah makan)
2 MD / menerangkan diterangkan ( sudah membaik,
dua buku, akan pergi)
3 MDM (akan senang sekali, dua anak laki-laki,
seikat sayuran segar)
Koordinatif / setara (semua unsur frase setara
atau sama)
1 Nomina (meja kursi, ayam itik)
2 Verba (makan minum, duduk berdiri, datang pergi)
3 Adjektif (besar kecil, indah mempesona, lemah
lembut)
4 Sama arti ( cerdik pandai, mara bahaya)
5 Antonim ( tua muda, besar kecil, duduk berdiri,
dsb)
6 Himpunan (nusa bangsa, kampung halaman, garpu
sendok )
7 Keterangan (cerdik tangkas, cermat tepat)
8 Bilangan (dua puluh satu, satu dan dua, enam
puluh lima)
Apositif / keterangan. Contoh : Ahmad – adik
kandung Doni – suka berjoget
F. idiomatik (frase yang maknanya telah menyatu
sehingga membentuk makna baru)
Dibagi menjadi 2 :
a. Idiom penuh (makna tergambar dari seluruh unsur
frase tersebut)
Contoh : memeras keringat, membanting tulang,
menjual gigi
b. Idiom sebagian (salah satu unsur tetap makna
leksikal)
Contoh : daftar hitam, harga mati
PERIODISASI SASTRA
Angkatan Balai Pustaka disebut juga angkatan 20-an,
angkatan Sitti Nurbaya. Disebut angkatan Sitti Nurbaya
karena dulu roman yang paling populer pada masa itu
adalah Sitti Nurbaya, walaupun Sitti Nurbaya bukam
merupakan novel atau roman yang pertama diciptakan.
Balai Pustaka berasal dari Komisi Bacaan Rakyat yang
berubah nama pada tahun 1917.
Ciri-ciri Balai Pustaka :
1 Unsur pendidikan menonjol
2 Bahasa klise dan diperindah
3 Kebanyakan berlatar belakang adat minang
4 Pertentangan antara kaum tua dengan kaum muda
5 Sudut pandang orang ke-3
6 Pakaian ala orang barat
7 Tokoh berwatak hitam putih
8 Dialognya panjang-panjang
9 Diselingi isi surat dan pantun
10 Romantis sentimentil
Puncak karya sastra :
1 Sitti Nurbaya (M. Rusli)
2 Azab & Sengsara (Merari Siregar), merupakan
novel pertama
Pengarang / pujangga BP :
Marah Rusli
1 Sitti Nurbaya
2 La Hami
3 Anak dan Kemenakan
4 Memang Bodoh
Nur St Iskandar
1 Neraka Dunia
2 Katak hendak jadi lembu
3 Hulubalang raja
4 Salah pilih
5 Karena mertua
6 Mutiara
7 Jangir bali
Abdul Muis
1 Salah asuhan
2 Sebatang kara
3 Surapati
4 Pertemuan jodoh
Aman Datuk Majoindo
1 Si Doel anak Betawi
2 Menebus dosa
3 Si cebol merindukan bulan
4 Rusmala dewi
5 Gadis durhaka
I Nyoman Panji Tisna
1 Sukreni gadis Bali
2 Ni Rawit ceti penjual orang
Tulis Sutan Sati
1 Tidak tahu membalas budi
2 Sengsara membawa nikmat
3 Sabai nan aluih
4 Tak disangka
5 Syair Sitti Markamah yang sholeh
6 Syair Rosina
M. Siregar
1. Azab dan sengsara
2. Si Jamin dan Johan
Hamka
1 Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
2 Di bawah lindungan Kabah
3 Ayahku
4 Merantau ke Deli
5 Kena fitnah
6 Dijemput mamaknya
M. Kasim
1 Teman duduk (cerpen)
2 Pemandangan dalam dunia anak-anak
3 Muda teruna
PUJANGGA BARU
Pujangga Baru adalah nama majalah bahasa dan sastra yang
terbit tahun 1933, diasuh oleh STA, Amir Hamzah, Armyn
Pane, (pelopor Pujangga Baru). PB nerupakan tanda
lahirnya sastra Indonesia dan berakhirnya sastra Melayu.
Tujuan PB adalah kemajuan bahasa, sastra dan budaya
Indonesia.
Ciri-ciri PB :
1 Bertemakan persatuan
2 Romantis idealis
3 Puncak karya sastra : Layar Terkembang
4 Pengaruh angkatan 1880 negeri Belanda (terutama
YE. Tatengkeng)
Sastrawan PB :
STA (Sutan Takdir Alisyahbana)
1 Tebaran Mega
2 Puisi Lama
3 Puisi Baru
4 Layar Terkembang
5 Dian Tak Kunjung Padam
6 Anak Perawan di Sarang Penyamun
7 Tak Putus Dirundung Malang
8 Tata Bahasa Indonesia I, II
9 Grotta Azzura
10 Kalah dan Menang
11 Niko Dan
Amir Hamzah (Raja penyair angkatan PB, ciri puisinya :
religius Islam, sendu, sedih)
1 Nyanyi Sunyi (1937)
2 Setanggi Timur (1939)
3 Buah Rindu (1941)
Sanusi Pane (Puisinya mengandung filsafat Hindu)
1 Puspa Mega(1927)
2 Madah Kelana (1931)
3 Manusia Baru Drama /
4 Sandyakalaning Majapahit Kumpulan drama
Hamidah
1 Kehilangan Mestika
2 Dsb.
Armyn Pane
1 Belenggu
2 Lenggang Kencana
3 Jiwa Berjiwa
4 Kisah Antara Manusia
5 Jinak-jinak Merpati
Suman HS (pelopor cerpen Indonesia)
1. Mencari Pencuri Anak Perawan
2. Kawan Bergelut (kumpulan cerpen 1938)
3. Kasih Tak Terlerai
4. Percobaan Setia
JE. Tatengkeng
1. Anakku
2. Rindu Dendam
Perbedaan antara BP dengan PB :
1 Balai Pustaka mempermasalahkan paham daerah /
adat sedangkan PB meningkat pada masalah paham
kebangsaan, nasionalisme, perjuangan dan emansipasi
2 Balai Pustaka bersifat romantis sentimentil, PB
romantis idealis
3 Pada BP bertema masalah kaum muda VS kaum tua
serta kawin paksa,sedang pada PB bertema persatuan
ANGKATAN 45
Angkata 45 merupakan istilah pemberian Rosohan Anwar.
Selain nama tersebut terdapat nama lain, yaitu :
1 Angkatan Chairil Anwar
2 Angkatan Jepang
3 Angkatan Pembebasan
Pelopor angkatan 45 adalah :
1 Puisi : Chairil Anwar
2 Prosa : Idrus
3 Drama : Usmar Ismail
Ciri-ciri angkatan 45 :
1 Mementingkan isi daripada bentuk
2 Pengaruh pujangga dunia (Rusia, Itali, Belanda,
Prancis)
3 Pandangan humanisme liberal
4 Bercorak realistis
5 Modern, munculnya karya sastra modern pendobrak
nilai-nilai lama dalam mencipta karya sastra
Sastrawan angkatan 45 :
ANGKATAN 66
Angkatan 66 adalah nama pemberian HB Jassin.
Sebab-sebab lahirnya angkatan 66:
1 Pergolakan politik masyarakat
2 Wujud demonstrasi anti orde lama
3 Lahirnya puisi dan karya sastra anti tirani
lainnya. Contoh :
a. Tirani dan Benteng (Taufik Ismail / Nur Fajar)
b. Mereka Telah Bangkit (Bur Rasuanto)
c. Perlawanan (Mansyur Samin)
d. Pembebasan (Abdul Wahid Situmeang)
Ciri-ciri angkatan 66 :
a. Tema protes sosial dan politik
b. Bercorak realisme
c. Karya dominan kritik sosial
Sastrawan angkatan 66 :
SASTRA
Sastra berarti tulisan, karya, kitab. Berasal dari
bahasa Sanskerta ?astra. Dari sastra kemudian diturunkan
kata susastra dan kesusastraan. Susastra berarti bahasa
atau tulisan indah, sedangkan kesusastraan berarti karya
manusia dengan bahasa sebagai alat atau media pencurahan
baik lisan maupun tulisan yang menimbulkan rasa estetis
dan dapat menggetarkan jiwa pembacanya.
Aliran sastra adalah aliran atau haluan pendapat yang
dijadikan pedoman pengarang sehubungan dengan karya
sastra yang diciptakannya. Aliran sastra dibagi menjadi
:
1. Romantisme : mengutamakan perasaan dan dunia
khayal, penuh mimpi, fantasi yang serba indah, contoh
Sitti Nurbaya dan Hikayat Si Miskin
2. Realisme : melukiskan kenyataan yang terdapat
dalam kehiduman sebenarnya. Contoh : Dari Ave Maria,
Keluarga Gerilya
3. Naturalisme : melukiskan kenyataan lebih dari
realisme, jelek tetap jelek, baik dan buruk bahkan
sesuatu yang menjijikkan. Contoh : Belenggu dan Jalan
Tak Ada Ujung
4. Idealisme : melukiskan cita-cita yang
muluk-muluk, melambung. Contoh : Layar Terkembang,
Pertemuan Jodoh
5. Simboli : melukiskan sesuatu dengan
lambang-lambang. Contoh : Tinjaulah Dunia Sana, Keluhan
Pohon Mangga
6. Psikologisme : mengungkapkan perilaku kejiwaan
manusia, tidak sekedar perilaku ilmiah. Contoh :
Belenggu dan Atheis
7. Surealisme : melukiskan angan-angan dan
kenyataan yang bercampur aduk, meloncat-loncat dari
khayal ke alam nyata dan sebaliknya, penuh kesuraman.
Contoh : Merahnya Merah, Berhala
8. Mistisisme : melahirkan ciptaan-ciptaan berdasar
hal-hal gaib, penuh misteri. Contoh : Nyanyi sunyi dan
Syair Perahu
9. Ekspresionisme : melukiskan pandangan jiwa,
curahan rasa cinta, benci, cetusan perasaan jiwa
sendiri. Contoh : Doa
10. Impresionisme : lukisan segala sesuatu yang
dilihat dan dialami tetapi yang dipentingkan hanya kesan
sesaat, didasarkan penginderaan semata. Contoh ; sastra
Zaman Hindu dan Islam, terjemahan “Maria Rilke” oleh
Chairil
Aliran sastra di atas dibagi menjadi dua kategori besar
:
1. Realisme, terdiri dari : Naturalisme (Rendra)
dan Impresionisme
2. Ekspresionisme (Chairil Anwar), terdiri dari
simbolisme, psikologisme, mistis dsb
Karya sastra dibagi menjadi 3 :
Prosa
Prosa berasal dari bahasa latin oratis propersa (ucapan
langsung). Prosa adalah karya sastra yang menggunakan
media bahasa secara bebas, tidak terikat aturan-aturan
seperti dalam sajak.
Unsur-unsur dalam cerita / prosa fiksi dibagi menjadi 2:
1. Unsur intrinsik, unsur dalam karya sastra yang
membangun cerita karya sastra itu sendiri
Unsur intrinsik terdiri dari :
a. Tokoh / karakter / watak
b. Plot (alur cerita)
c. Setting (latar belakang cerita)
d. Tema
e. Point of view (sudut pandang pengarang)
f. Amanat
g. Gaya bahasa
2. Unsur ekstrinsik, unsur diluar karya sastra yang
turut membangun dan melatar belakangi terciptanya karya
sastra itu
Unsur ekstrinsik terdiri dari :
a. Sejarah
b. Latar belakang masyarakat saat karya sastra itu
diciptakan
c. Latar belakang pengarang
d. Agama
e. Sosial budaya
Keterangan unsur intrinsik :
1. Alur cerita dibagi menjadi 3:
a. Alur progresif / linear / terusan / maju : alur
yang bergerak maju dari awal sampai dengan akhir cerita
(Belenggu-Armyn Pane, Salah Asuhan-Abdul Muis)
b. Alur flashback / sorot balik / mundur : alur
yang menceritakan peristiwa secara mundur atau kilas
balik (Atheis-Achdiat Kartamiharja)
c. Alur campuran / majemuk / compound plot :
campuran alur maju dengan alur mundur
2. Tokoh, cara menampilkannya :
a. Pengarang menjelaskan secara langsung
b. Melalui percakapan para pelakunya sendiri, atau
dalam SMU ada 3 cara :
c. Metode analisis, yaitu deskripsi tokoh secara
langsung baik fisik, psikis, kedudukan atau status
sosialnya
d. Metode dramatisasi, yaitu deskripsi tokoh tidak
secara langsung tetapi melalui alur cerita
e. Metode kontekstual, yaitu deskripsi watak tokoh
melalui konteks bahasa, misalnya buaya = hidung belang
3. Amanat / hikmah adalah pesan yang disampaikan
pengarang pada pembaca, bisa lebih dari satu amanat
4. Tema adalah gagasan atau ide yang mendasari dan
menjiwai cerita, ada 2 :
a. Tema tradisional adalah tema yang berpangkal
pada pola lama (baik buruk, benar salah, pengabdian
masyarakat, cobaan atau kesulitan berserah pada Tuhan)
b. Tema modern yaitu tema yang berpangkal pada pola
berpikir modern (kenyataan / fakta, perlawanan terhadap
nasib)
5. Watak adalah segala cara melukiskan sikap dan
kepribadian para pelaku / tokoh termasuk sikap lahir dan
batin. Watak ada 3:
a. Watak psikologis : kejiwaan tokoh / temperamen
(sabar, baik, pemarah, pendendam dsb)
b. Watak pisik : ciri dan bentuk tubuh
c. Watak sosiologi : kedudukan dan pangkat tokoh
dalam masyarakat
6. Macam sudut pandang :
a. Pengarang sebagai pelaku utama cerita (orang I
sertaan) : menggunakan “aku” dalam cerita, seolah
dialami oleh tokoh atau pengarang sendiri
b. Pengarang ikut main tetapi bukan sebagai pelaku
utama (orang I tak sertaan) : mengisahkan orang lain
sebagai tokoh utama, pengarang juga terlibat dalam
cerita
c. Pengarang serba tahu (orang ke III serba tahu) :
dengan “dia” , “ia”, “mereka”, pengarang serba tahu,
bahkan pikiran para pelaku
d. Pengarang sebagai peninjau (orang ke III
terbatas) : pengarang hanya menceritakan apa yang
dilihatnya, pengarang tidak tahu jalan pikiran atau apa
yang dilakukan oleh pelaku cerita.
Prosa terbagi menjadi 3 :
1. Prosa lama
Terdiri dari :
1. Hikayat (cerita tentang raja-raja)
2. Panji (cerita kepahlawanan/ epos/ wiracarita/
hikayat jawa)
3. Tambo (cerita dan sejarah)
4. Dongeng, terdiri dari :
a. Fabel (cerita binatang)
b. Legenda (cerita tentang asal-usul terjadinya
tempat)
c. Mite (cerita atau dongeng makhluk halus, roh,
dewa dengan unsur gaib)
d. Sage (sejarah, cerita sejarah yang dibumbui
dengan kisah pahlawan yang fantastis)
2. Prosa baru
Terdiri dari :
a. Novel, certa yang mengisahkan kehidupan luar
biasa yang dialami oleh tokoh cerita yang mengakibatkan
perubahan nasib tokoh tersebut.
b. Roman, cerita yang mengisahkan sebagian besar
kehidupan tokoh hingga tokoh tersebut meninggal dunia.
c. Cerpen, cerita yang melukiskan satu bagian
peristiwa kehidupan yang dialami oleh pelakunya
d. Kisah, cerita tentang hal-hal yang dialami dan
diamati pengarang dalam perjalanan
e. Essay, kupasan masalah sosial, budaya, sastra /
karangan yang mengupas suatu pokok masalah yang
dipengaruhi oleh pikiran, ide,dan cita-cita pengarang
sehingga karangan tersebut bersifat subjektif
Contoh : Kesusastraan Indonesia modern dalam
kritik dan essay – HB Jassin
Tentang Amir Hamzah – LH Bohang
f. Kritik, adalah karangan yang mengulas baik atau
buruknya karya sastra
g. Autobiografi, adalah karangan yang menceritakan
riwayat hidup pengarang sendiri
Contoh : Hikayat Abdullah-Abdullah
Kenang-kenangan hidup-HAMKA
h. Biografi, adalah karangan yang menceritakan atau
menguraikan riwayat hidup orang lain
Contoh : Ir. Soekarno – Yunan Nasution
i. Bunga rampai : karangan yang memuat berbagai
macam jenis karangan yang dikarang oleh orang lain,
bentuk dan isinya bermacam-macam. Contoh : sepuluh orang
sastrawan Indonesia – Usman Effendi
3. Prosa liris
Adalah jenis karangan yang mementingkan irama dan
pilihan kata
Perbedaan antara prosa lama dengan prosa baru :
1. Statis
2. Istana sentris
3. Alam khayal/imajinasi
4. Anonim
5. Dipengaruhi India dan Arab
6. Dinamis
7. Masyarakat sntris
8. Dunia nyata / realistis
9. Pengarang disebut namanya
10. Tertulis
11 Kolektif (milik bersama) dan lisaniah
12 Aliran romantis
Ciri-ciri prosa :
1 Bebas dari aturan puisi
2 Kata-kata bersifat denotasi
3 Disusun perbab menjadi sebuah wacana baru
4 Terdapat tokoh cerita
5 Terdapat amanat cerita / kesan / ajaran
6 Menampilkan konflik, alur, setting dan unsur
pembangun lain
Puisi
Puisi adalah jenis karangan yang dalam penyajiannya
mengutamakan keindahan bahasa dan kepadatan makna
Puisi menurut bentuknya dibagi menjadi 2 :
1. Puisi bebas (puisi yang tidak terikat bait,
baris, dan rima)
2. Puisi berpola (puisi yang susunan lariknya
mempunyai bentuk-bentuk berpola yang geometris, terikat
aturan baris dan bait.
Unsur puisi :
1 Tema : ide atau gagasan yang melandasi puisi
2 Suasana : gambaran keadaan dan perasaan dari
penyair
3 Simbol : upaya menyatakan sesuatu diluar arti
kata
4 Musikalitas : rangkaian kata dalam keseluruhan
sajak
5 Gaya bahasa : majas dalam puisi
6 Citraan atau imaji : gambaran angan oleh penyair
dalam puisi
Citraan dapat berarti gambaran atau kesan yang
ditimbulkan oleh setiap kata atau kalimat dalam puisi.
Citraan dibagi menjadi :
1. Citraan penglihatan (teja cerawat gemilang,
menjadi pudar padam cahaya)
2. Citraan pendengaran (blek-blok, blek-blok hanya
selagu sepanjang dendang)
3. Citraan perabaan (selembut butiran embun)
4. Citraan pengecapan (manis gula-gula, bunyi merek
promosi)
5. Citraan penciuman (harum berbau, semerbak
mewangi)
6. Citraan gerak (daun bergoyang menjatuhkan embun)
Ciri puisi :
1 Karangan terikat
2 Terdiri dari larik dan bait
3 Terdapat pertalian makna tiap baitnya
4 Mempunyai irama yang merupakan unsur keindahan
puisi
5 Menggunakan kata konkret maupun abstrak
Nilai puisi :
a. Kenikmatan : kenikmatan dalam membaca
puisi/merasakan keindahan puisi saat membaca puisi
tersebut.
Unsur kenikmatan puisi :
1 Keindahan bunyi (rima dan irama)
2 Keindahan diksi
3 Keindahan bahasa kias/ungkapan/majas
4 Keindahan citraan
b. Hikmah : memahami pesan, amanat, nasihat yang
dikandung dalam puisi sehingga pembaca menjadi arif dan
lebih mengerti
Irama adalah : keras lembut, tinggi rendah
(nada), panjang pendek (tempo), dalam puisi.
Rima adalah : persamaan bunyi akhir dalam puisi
Jenis rima adalah :
Berdasar pengulangan bunyi :
1 Rima penuh / sempurna, ulangan suku kata akhir
semua sama : a a a a
2 Rima tak sempurna / asonansi, ulangan suku kata
haya sebagian yang sama : dah kah dah tah
3 Rima aliterasi ulangan bunyi pada bagian awal
suku kata :
a. sumpah……
b. sungguh….
c. Sujud…..
d. Susah …..
4 Rima mutlak terdiri atas pengulangan seluruh
kata,
a. Mereka…….
b. Mereka …….
c. Mereka ……..
5 Rima rangkai, tersusun sama semua larik puisi
a. a a a a
6 Rima rangka, perulangan dengan perubahan
konsonan dalam kata : mondar-mandir, pontang-panting
Berdasar letak rima dalam baris
:
1. Rima awal,rima yang terletak pada awal baris
Dari……..
Dari……….
2. Rima tengah, rima di tengah baris puisi
………aku………
………aku………
3. Rima akhir, rima yang terletak di akhir baris
…………….kemari
…………….kucari
Berdasar susunan vertikal :
1 Rima sama/terus/akhir baris sama : aaaa bbbb
2 Rima bersilang : ab ab cd cd
3 Rima berpeluk : abba deed
4 Rima berpasangan : aa bb cc
5 Rima patah : aaba
Hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi
adalah :
1 Pelafalan / pembacaan (jelas, jernih, dan
lancar)
2 Pengelompokkan kata harus tepat
3 Intonasi benar
4 Penjiwaan serasi
5 Mimik / ekspresi dan gestur tepat
Ragam bahasa puisi :
1. bahasa indah/estetis
2. mengandung banyak makna
3. terkandung simbol-simbol/bahasa piguratif yang
mengacu pada makna atau maksud tertentu dari pengarang
4. bersifat konotatif, penuh dengan penggunaan gaya
bahasa atau majas
5. singkat, padat, sarat akan arti atau makna
Keindahan puisi terletak pada :
1 Diksi atau pilihan kata
2 Pengelompokan kata
3 Ungkapan
4 Gaya bahasa
5 Perulangan bunyi
Jenis puisi :
Puisi Lama
1 Pantun ( puisi lama 4 larik, berima silang abab,
sampiran dan isi)
2 Karmina (puisi kilat, 2 larik, berisi nasihat,
cinta, sendau gurau, berima aa)
3 Mantra (puisi yang berisi doa pemujaan)
4 Talibun (puisi 4 larik/genap, abcd abcd, ada isi
dan sampiran)
5 Seloka (pantun berkait, 2 bait, ab ab, sindiran)
6 Gurindam (puisi tamil, 2 barisa, aa, berisi
nasihat atau sindiran)
7 Syair (4 baris, aaa, tidak ada sampiran, bersi
dongeng atau cerita)
8 Bidal ( bahasa berhias/kiasan)
Beda syair dengan pantun :
Syair
Pantun
1 Sastra asing
2 Tidak ada sampiran dan isi
3 Sajak aaaa
4 Isi pada seluruh baris
5 Sastra tulis
1 Isi terdapat pada baris 3 dan 4
2 Merupakan sastra lisan
3 Indonesia asli
4 Terdapat sampiran dan isi
5 Ab ab
Beda karmina dengan gurindam :
Karmina
Gurindam
1 Indonesia
2 Terdapat sampiran dan isi
3 Rima a a
4 Isi jenaka, percintaan
1 Baris 1 dan 2 terdapat hubungan sebab akibat
2 Rima aa
3 Berisi nasihat
4 India
Puisi Baru
Sajak
1 Distikon terdiri dari 2 baris
2 Tersina terdiri dari 3 baris
3 Quantrin terdiri dari 4 baris
4 Quint terdiri dari 5 baris
5 Sektet terdir dari 6 baris
6 Septima terdiri dari 7 baris
7 Stansa terdiri dari 8 baris
Soneta, berasal dari kata Sonetto atau sonate (bunyi
atau suara).
Soneta Indonesia dipengaruhi oleh Dante dan Petraica,
berasal dari Italia. Soneta lahir sejak zaman Yunani. Di
Indonesia dipelopori oleh Dr. Muh. Yamin pada tahun
1930. Soneta terdiri dari 14 baris dibagi menjadi 4
yaitu 4 4 sampiran dan 3 3 isi
Puisi Modern
Dipelopori oleh Chairil Anwar, jenisnya adalah :
1 Himne adalah puisi yang berisi pujaan terhadap
tuhan
2 Ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap
orang yang dicintai atau dikagumi
3 Satire adalah puisi yang berisi sindiran sosial
4 Elegi adalah puisi yang berisi ratapan kesedihan
atau cerita sedih
5 Balada adalah puisi yang berisi cerita
kepahlawanan
6 Romansa adalah puisi yang berisin luapan cinta
Drama
Drama adalah cerita yang ditulis dalam bentuk dialog
disertai peran yang dimainkan oleh para pelakunya. Drama
dapat didefinisikan karya sastra yang menggambarkan
kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) dan
dialog yang dipentaskan.
Struktur drama :
1. tema (ide, amanat, gagasan yang melandasi karya
drama tersebut)
2. alur (rangkaian atau jalinan cerita)
3. dialog (percakapan antar pelaku)
4. gerak (gerak dan ekspresi mimik / penjiwaan
jalan cerita)
5. karakter/perwatakan/penokohan
6. pementasan
Percakapan dalam drama dibagi menjadi :
1. epilog (pembicaraan penutup atau akhir pentas
oleh seorang pemain)
2. dialog ( percakapan dua orang pelaku atau lebih)
3. monolog ( percakapan oleh seorang pemain)
4. prolog ( pengantar sebelum peristiwa
berlangsung)
Langkah menulis drama :
1. menentukan tema
2. menentukan tujuan
3. menentukan pelaku dan watak tokohnya
4. menentukan setting, dialog, musik
5. membuat plot (alur/jalan cerita)
Anatomi drama :
1. babak (episode)
2. adegan (rangkaian peristiwa dengan ditandai
muncul dan perginya para tokoh)
3. dialog (percakapan)
4. petunjuk pengarang (bagian naskah yang memberi
penjelasan kepada pembaca atau awak pentas pada naskah
yang ditulis di dalam kurung)
5. prolog (pengantar drama)
6. epilog (penutup drama)
7. solilokui (ungkapan perasaan pikiran tokoh yang
diucapkan pada diri sendiri)
8. aside (dialog yang ditujukan kepada penonton)
Macam-macam drama :
1 tragedi : drama tentang kisah-kisah menyedihkan
dan tragis (Romeo dan Juliet – William Shakespare)
2 komedi : drama yang berisi kisah-kisah lucu /
menggelikan (Liburan Seniman – Usmar Ismail)
3 tragedi komedi : drama yang menggambarkan
kesedihan disamping kegembiraan (Saija dan Adinda –
Multatuli)
4 opera : drama dengan iringan musik (Julius
Caesar – Muh. Yamin)
5 pantomim : drama yang menekankan pada gerakan
tubuh
6 tablo : drama yang hanya dilakukan dengan lisan
(seperti sandiwara radio)
7 sendratari : drama dengan tarian dan iringan
gamelan atau musik (Jaka Tarub, Ramayana)
8 kloset : drama yang khusus hanya dibaca saja
ROMAN
Roman adalah karangan yang menceritakan kehidupan
manusia sejak kecil hingga meninggal dunia. Roman juga
berarti karangan yangmenceritakan sebagian besar
kehidupan tokohnya sampai mati.
Berdasarkan isinya roman dibagi menjadi :
1 Roman adat, roman yang membicarakan masalah adat
yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman (Azab dan
Sengsara-Merari Siregar, Salah Asuhan-Abdul Muis, Asmara
Jaya-Adinegoro)
2 Roman bertendens, roman yang bertujuan
memperbaiki kehidupan masyarakat (Layar Terkembang-STA,
Sitti Nurbaya-Marah Rusli)
3 Roman sejarah, roman yang ceritanya diambil dari
kehidupan lampau dan berhubungan dengan sejarah (Gajah
Mada dan Diponegoro-Muh. Yamin)
4 Roman simbolik, roman yang melukiskan kehidupan
manusia dengan simbol-simbol (Tinjaulah Dunia Sana-Maria
Amin, Taufan di Atas Asia-Abu Hanifah/El Hakim)
5 Roman sosial, roman yang membicarakan
peristiwa-peristiwa yang ada dalam masyarakat (Sukreni
Gadis Bali-I gusti Panji Trisna, Hati Nurani
Manusia-Idrus)
6 Roman detektif, adalah roman yang berhubungan
dengan cerita rahasiah kejahatan (Percobaan Setia-suman
HS, Cincin Stempel-Ardi Soma)
7 Roman kejiwaan adalah roman yang menguraikan
kehidupan batin pelakunya (Atheis-Achdiyat, Belenggu-
Armyn Pane)
8 Roman keagamaan, roman yang isinya bertema agama
(Kemarau-AA Navis,Perjanjian dengan Maut-Haryadi)
9 Roman picisan, roman yang murahan, dikarang
hanya untuk memperoleh untung (Gadis Empat
Zaman-Zalekha, Medan Diwaktu Malam-M. Taufik)
CERPEN
Cerpen adalah karangan pendek dalam bentuk prosa. Cerpen
dapat juga berarti cerita yang melukiskan satu bagian
peristiwa kehidupan yang dialami oleh pelakunya.
Ciri-ciri cerpen :
1 Cerita fiktif atau rekaan
2 Pokok cerita terfokus pada satu aspek cerita
saja (kesan tunggal)
3 Mengungkapkan hal yang penting-penting saja
(singkat, padu dan intensif/ brevity, unity, intensity)
4 Menyajikan peristiwa dengan jelas
Pelopor cerpen Indonesia adalah Suman HS dan M. Kasim
Perbedaan dengan Novel :
Cerpen
Novel
1 Alur sederhana
2 Tokoh sedikit
3 Setting dilukiskan terbatas
4 Tema masalah sederhana
1 Tema masalah yang kompleks dan mempunyai
tema-tema bawahan
2 Alur rumit dan panjang terdiri dari beberapa
alur
3 Setting luas dan lebih mendetail
4 Banyak karakter tokoh
Jenis cerpen :
1 Cerpen pendek (short short story) terdiri dari
5000 kata/12 hal folio
2 Cerpen panjang (long short story) terdiri dari
10. 000 kata/ sekitar 20-30 hal folio
NOVEL
Novel berasal dari kata Novellus atau novies, yang
berarti baru. Novel adalah karangan yang menceritakan
kehidupan yang luar biasa yang dihadapi oleh tokoh yang
mengakibatkan perubahan nasib tokoh tersebut.
Ciri-ciri novel adalah :
1 Perubahan nasib tokoh cerita
2 Ada beberapa episode dalamm kehidupan tokoh
utama
3 Tokoh biasanya tidak sampai mati
Pelopor Novel Indonesia : Idrus
Macam-macam novel :
1 Novel percintaan novel yang berisi kisah-kisah
cinta yang romantis
2 Novel petualangan
3 Novel fantasi
4 Novel plot atau kejadian adalah novel yang
menitikberatkan pada kejadian yang penuh ketegangan dan
surprise. Contoh : Hulubalang Raja karya Nur Sutan
Iskandar
5 Novel watak adalah novel yang menitikberatkan
pada unsur karakter atau watak tokoh. Contoh : Atheis
6 Novel tematis adalah novel yang menekankan pada
unsur tema atau persoalan dalam cerita (sosial, agama,
politik dan sebagainya)
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori
Bahan Ajar Ini Disusun oleh Saifuddin Amrullah SMPN 2 Bandar
KALIMAT AKTIF DAN PASIF
1.Kalimat pasif adalah kalimat yang S-nya menjadi
penderita akibat perbuatan yang dinyatakan P
atau kalimat yang S dikenai pekerjaan
Contoh : Rambu-rambu dilanggar oleh pengemudi itu
Novel dibaca oleh Mamat
Bentuk pasif selain di- adalah :
a.Ter- (ter pasif pelaku tindakan harus dinyatakan
dengan kata depan ‘oleh’)
Mempunyai makna : sudah atau dapat di-
Contoh : Rambu-rambu itu tak terlihat olehku
(olehnya, oleh kami, dsb)
Rambu-rambu itu tak terlihat saya
(salah)
b.Ke-an
Mempunyai makna : kena atau melakukan sesuatu seperti
kata dasarnya.
Aku kehujanan di jalan
Rumah itu kemasukan maling
2.Kalimat aktif adalah kalimat yang S-nya menjadi pelaku
tindakan yang dinyatakan P
Jenis : Transitif (Kalimat yang Predikatnya
memerlukan O)
Contoh : Pengemudi itu melanggar
rambu-rambu lalu lintas
Intransitif (Kalimat yang P-nya tidak memerlukan
O tetapi Pelengkap atau Keterangan)
Contoh : Ibu memasak di dapur
Yani menyanyi dengan merdu
Deni bersepatu hitam
Ciri-ciri : Menggunakan awalan me- atau ber-
Mengubah pasif dan aktif
1Pindahkan O kalimat aktif menjadi S kalimat pasif
2Pindahkan S menjadi O
3Ubah awalan me- dengan di-
4Tempatkan oleh sebagai penanda pelaku
Mengubah pasif dan aktif dengan S kalimat aktifnya
berupa kata ganti (aku, saya, kami, engkau, dia, beliau)
1Ubah letak SPO
2Hapus awalan me- dari P
3Rapatkan S-P tanpa pemisah apapun
4Kata bantu seperti akan, dapat, tidak, diletakkan
sebelum S
5Ganti aku dengan ku, kau, engkau
Contoh :Kamu melanggar rambu-rambu itu menjadi
Rambu-rambu itu kamu/kau langgar
3.Predikat kalimat pasif/aktif yang berketerangan
Rumus :
Adik belum membaca novel ini (aktif)
Novel ini belum dibaca oleh adik (pasif)
Novel ini sudah kami baca (pasif betul)
Novel ini kami sudah baca (pasif salah)
Peraturan itu baru saja + saya + baca
Kendaraan itu akan + kami + pinjam dari kantor
PREDIKAT
Predikat adalah bagian kalimat yang berfungsi untuk
menjelaskan perbuatan subjek (S).
Predikat berdasar kata kerjanya dibagi menjadi 2, yaitu
:
1. Predikat dengan kata kerja transitif, yaitu
predikat yang membutuhkan O
2. Predikat dengan kata kerja intransitif, predikat
yang tidak membutuhkan O melainkan pelengkap (Pel) atau
keterangan (K)
Perhatikan contoh kalimat dengan predikat aktif
transitif berikut :
Ida mengunjungi Nenek / Nenek dikunjungi Ida
Rahul mencintai Anjali / Anjali dicintai Rahul
Kedua kalimat di atas dapat diubah ke dalam bentuk
pasif, sehingga dapat disimpulkan bahwa Predikat
Transitif adalah predikat yang membutuhkan O, dan dapat
diubah ke dalam bentuk pasif (di-).
Perhatikan contoh kalimat dengan predikat aktif
intransitif berikut :
Karung berisi beras
Cacing tergolong penyakit berbahaya
Kedua kalimat di atas tidak dapat diubah ke dalam bentuk
pasif, sehingga dapat disimpulkan bahwa Predikat
Intransitif adalah predikat yang membutuhkan kehadiran
Pel dan tidak dapat diubah ke dalam bentuk pasif.
Perbedaan O dengan Pel
1.O adalah bagian kalimat yang diletakkan setelah P kata
kerja transitif
Contoh :
a.Ibu menyiram bunga / Bunga disiram Ibu
b.Paman memotong kue itu
Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, O selalu
berada di belakang P kata kerja transitif, berarti O
tersebut dapat berubah kedudukan menjadi S jika kalimat
tersebut dipasifkan. Pada contoh di atas, bunga dalam
kalimat aktif berkedudukan sebagai S sedang dalam
kalimat pasif berubah kedudukannya sebagai S.
Ciri-ciri O adalah :
1. Berbentuk nomina atau frase nomina (bunga,
sepeda, mobil mercy dsb.)
2. Berada di belakang P transitif
3. Dapat menjadi S dalam kalimat pasif
4. Kalimat transitif yang mengandung O tersebut
dapat diubah ke dalam bentuk pasif
5. O dapat diganti dengan bentuk –nya
6. Predikat yang diikuti biasanya berimbuhan me-
2. Pel adalah bagian kalimat yang diletakkan
setelah P intransitif atau diletakkan setelah O
Contoh :
1. Dia jatuh miskin
2. Berlian bertahta mutiara
3. Ibu bekerja membanting tulang
Dari contoh di atas Pel selalu berada di belakang P
intransitif, kalimat tersebut tidak dapat di ubah ke
dalam bentuk pasif. Pelengkap tidak dapat berubah
kedudukan menjadi S sebagaimana O, karena kalimat yang
mengandung Pel tidak dapat dipasifkan.
Ciri-ciri Pel adalah :
1. Berada di belakang P intransitif
2. Kalimat tidak dapat dipasifkan
3. Pel tidak dapat berubah menjadi S
4. Predikat biasanya berawalan selain me-, yaitu
ber-, ter- atau tidak berawalan sama sekali.
5. Pelengkap biasanya berbentuk ungkapan (lihat
contoh)
Beberapa contoh kalimat berpelengkap setelah terdapat O
:
a. Ibu menamai adikku Ana / Adikku dinamai Ibu Ana
b. Ayah memberi aku uang
c. Ibu membacakan nenek surat
Kalimat yang mempunyai dua O atau terdapat O dan Pel
disebut sebagai Kalimat Dwitransitif.
Karena terdapat O maka kalimat di atas bisa diubah
menjadi bentuk pasif, meskipun terdapat unsur Pelengkap.
Pelengkap kedudukannya tetap, tidak beralih fungsi.
Contoh dwitransitif dengan 2 objek :
Ayah membelikan adik mainan
Ayah memberi ibu uang
EDITING
Editing atau penyuntingan adalah menyiapkan naskah untuk
diterbitkan dengan memperhatikan susunan (sistematika)
penyajian, isi dan bahasa. Proses penyuntingan meliputi
penggunaan bahasa tulis baik yang berkaitan dengan
kaidah bahasa, diksi, kaidah penulisan dan ejaan.
Orang yang melakukannya disebut editor, penyunting atau
penyelia.
Petunjuk menyunting
Yang diperbaiki dalam proses penyuntingan adalah :
1. Ejaan atau penulisan
2. Penggunaan tanda baca
3. Penggunaan bahasa baku
4. Ketepatan diksi atau pilihan kata
5. Format bentuk kata dan penulisan yang benar.
WAWANCARA
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang
dilakukan 2 pihak (pewawancara dengan orang yang
diwawancarai).
Jenis wawancara :
1.Serta merta, adalah wawancara yang dilakukan secara
spontan dan dalam situasi alamiah (hubungan pewawancara
dengan objek berlangsung wajar, penyampaian pertanyaan
harus berjalanseperti dalam percakapan sehari-hari)
2.Petunjuk umum adalah wawancara dengan membuat kerangka
atau pokok masalah yang akan ditanyakan sebelumnya
3.Wawancara dengan seperangkat pertanyaan yang disiapkan
adalah wawancara yang urutan, kata-kata, serta cara
penyajian pertanyaan sudah ditetapkan atau dibakukan
terlebih dahulu. Pihak pewawancara hanya membacakan
pertanyaan yang telah dipersiapkan dahulu.
Tahap pelaksanaan wawancara :
1. Tahap pembukaan, yaitu perkenalan diri
pewawancara dan mengutarakan maksud atau tujuan
wawancara
2. Tahap inti, yaitu :
a. Mengajukan pertanyaan sistematis, singkat,
jelas, sesuai situasi dan kondisi
b. Mencatat masalah penting yang diperoleh secara
akurat
3. Tahap akhir yaitu mengakhiri dengan kesan yang
baik serta mengucapkan terima kasih kepada orang yang
diwawancarai
Hal yang perlu diperhatikan dalam mewawancarai :
1. Pewawancara harus mempunyai aturan dan kesopanan
2. Penampilan rapi, bersih, enak dipandang
3. Bahasa sopan, tidak menyinggung perasaan
4. Penggunaan kata sapaan yang sesuai untuk
menghormat
Persiapan wawancara :
1. Menentukan tema (misal : kegiatan OSIS)
2. Menentukan pokpir yang akan ditanyakan. Misal :
a. Kegiatan-kegiatan yang akan diadakan OSIS
menjelang 17 Agustus
b. Sumber dana
c. Pembentukan panitia
d. Kendala-kendala yang dihadapi
3. Menyusun daftar pertanyaan berdasar pokpir
(diubah menjadi kalimat tanya)
4. Meminta kesediaan orang yang diwawancarai
KALIMAT LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG
1. Kalimat langsung adalah kalimat yang secara
cermat meniru ucapan atau ujaran orang lain
Contoh :
“ Apakah gurumu sehat ?
” tanya Amin
“ Jangan mendekat ! ”
bentak penjahat itu
2. Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang
melaporkan ucapan atau ujaran orang lain. Bagian kutipan
dalam kalimat tidak langsung ini semua berbentuk kalimat
berita.
Contoh :
Mereka mengatakan bahwa
persediaan beras menipis
Ayah mengatakan bahwa mulai
besok ia akan berhenti merokok
3. Perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung
Langsung Tidak Langsung
1. Bertanda petik “……” dan koma
2. Intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi dari
pada bagian lain
3. Tidak berkata tugas
4. Kalimat biasanya berbentuk berita, tanya atau
perintah
5. Kata ganti tidak berubah, contoh :
6. Ayah berkata, “Saya akan berangkat ke kantor.”
1. Tidak bertanda petik
2. Intonasi mendatar dan menurun pada akhir kalimat
3. Menggunakan kata tugas : bahwa, sebab, untuk,
supaya.
4. Hanya berbentuk berita
5. Kata ganti orang I berubah menjadi orang ke III.
Contoh:
6. Ayah mengatakan bahwa ia akan berangkat ke
kantor
KALIMAT MAJEMUK
1. Kalimat tunggal adalah kalimat yang mempunyai 1
pola kalimat (bisa diperluas tetapi tidak membentuk pola
baru)
Ciri-ciri kalimat tunggal :
a. Mempunyai 1 pola kalimat
b. Kalimat sederhana
c. Perluasan tidak membentuk pola baru
d. Perluasan hanya berfungsi sebagai atributif saja
Contoh :
Adik berangkat besok Adik Siska
akan berangkat besok pagi
Paman telah datang
2. Kalimat majemuk adalah penggabungan 2 kalimat
tunggal atau lebih sehingga membentuk kalimat baru yang
mengandung 2 atau lebih pola kalimat.
Contoh :
Ayahnya dermawan tetapi ibunya pelit
Budi membaca, Wati menulis
Cara perangkaian kalimat majemuk :
1. Implisit, yaitu tanpa menggunakan konjungsi,
tetapi dengan menggunakan koma
Contoh :
Aku mandi di sungai, ia mencuci baju di seberang
2. Eksplisit, yaitu dengan menggunakan kata hubung
Aku berwajah tampan sedangkan ia jelek
3. Ia tidak hanya mengambil uang itu bahkan
beberapa surat-surat penting
Jenis kalimat majemuk :
a) Kalimat majemuk setara adalah penggabungan 2
kalimat tunggal atau lebih yang tiap-tiap unsurnya
mempunyai kedudukan setara.
Contoh :
Ibu memasak di dapur
Ibu memasak di dapur sedangkan ayah membaca majalah
Ayah membaca majalah
Macam kalimat majemuk setara, beserta kata penghubungnya
:
1 KMS Gabungan (dan, lagi)
2 KMS Menguatkan (bahkan, malahan, apalagi, tambah
lagi)
3 KMS Memilih (atau, baik….maupun….)
4 KMS Pertentangan (tetapi, sedangkan, melainkan,
padahal)
5 KMS Berurutan (lalu, kemudian, sesudah itu,
setelah )
b) Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat
tunggal yang salah satu jabatan kalimatnya diperluas
sehingga membentuk pola kalimat baru. Selain itu juga
didefinisikan sebagai kalimat yang mempunyai induk dan
anak kalimat.
Macam kalimat majemuk bertingkat:
1 KMB dengan anak kalimat pengganti S
Contoh : Budi suka berjudi
Anak konglomerat itu suka berjudi
2 KMB pengganti P
Contoh : Dia pemabuk
Dia orang yang suka minum
3 KMB pengganti O
Contoh : Saya telah menyangka hal itu
Saya telah menyangka ia terlibat dalam kasus korupsi
4 KMB pengganti K
Contoh : Budi sedang tidur saat itu
5 Budi sedang tidur ketika kakek datang dari
Bandung
6 KMB hubungan pengandaian ( jika, seandainya,
andaikan, misalnya)
7 KMB perbandingan (bak, bagai, ibarat, seperti,
laksana, dari pada)
8 KMB sebab akibat ( karena, sebab)
9 KMB akibat sebab (sehingga, sampai, maka)
10 KMB cara (dengan)
11 KMB tujuan (agar, supaya, untuk, biar)
12 KMB penjelasan (ialah, bahwa, yaitu)
13 KMB pertentangan (meskipun, walaupun, biarpun,
sungguhpun)
14 KMB waktu (ketika, sejak, kala, sewaktu, saat)
15 KMB kuantitas dan kualitas ( sejauh, seluas,
sedalam, sekeras dsb.)
c) Kalimat majemuk campuran adalah gabungan kalimat
majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat
Macam :
1 Satu pola atasan, dua pola bawahan
Contoh : Saya suka gadis yang bermata bening dan
berambut panjang
1
2
Kami berkemah di lembah yang amat luas serta berpanorama
indah
2 Satu pola bawahan, dua pola atasan
Contoh : Ketika kakak mandi dan ibu
selesai memasak, ayah pulang
1
2
d) Kalimat majemuk rapatan adalah kalimat majemuk
setara yang unsur-unsurnya dirapatkan
Macam :
1 KMR sama Subjek
Contoh : Gadis itu kalem, gadis itu pendiam
Gadis itu kalem dan pendiam
2 KMR Predikat
Contoh : Ayah berkumis, kakek berkumis
Ayah dan kakek berkumis
3 KMR Objek
Contoh : Kakek membaca buku, nenek merapikan buku
Kakek membaca buku dan nenek merapikannya
4 KMR Keterangan
Contoh : Kalau tidak mendung, Evi akan menonton
bioskop,
Kalau tidak mendung, aku ikut.
Kalau tidak mendung, Evi akan menonton bioskop dan aku
ikut
RESENSI
Resensi adalah sebuah karangan yang berisi ulasan
mengenai nilai sebuah karya/buku. Resensi dapat berarti
sebuah tulisan, ulasan, pembicaraan dan penilaian
tentang sebuah buku, film, atau pementasan drama.
Resensi : pertimbangan/perbincangan/ulasan
Tujuan resensi adalah mengulas dan menilai isi buku atau
film.
Yang diulas dalam resensi adalah :
1 Jenis buku (termasuk jenis fiksi atau ilmiah)
2 Format atau bentuk buku dan identitas buku
(judul, penerbit, pengarang, ukuran buku, halaman,
edisi, ilustrasi buku)
3 Isi dan bahasa (unsur-unsur intrinsik, struktur
kalimat, gaya bahasa, ungkapan, diksi, mudah tidaknya
dipahami)
4 Kesimpulan
Cara meresensi adalah:
1. Persiapan
a. Memilih buku
b. Membaca
c. Menghayati isi
d. Menilai
e. Menanggapi
f. Menyimpulkan
2. Pelaksanaan
a. Identitas buku
a) Judul buku
b) Jenis buku
c) Penulis/pengarang
d) Penerbit (nama penerbit, kota terbit, tahun,
edisi/cetakan)
e) Ukuran
f) Hal/tebal buku
b. Membuat sinopsis
c. Analisis dan penilaian
d. Kesimpulan
Struktur Resensi :
1. Pendahuluan (ada 6 informasi objektif) : judul,
penulis, penerbit, tahun, cetakan, tahun, tebal/halaman
buku
2. Isi :
Ulasan tentang judul/tema buku
Paparan singkat isi buku (mengacu pada daftar
isi]/gambaran tentang keseluruhan isi buku
Informasi latar belakang dan tujuan penulisan buku oleh
pengarang
Gaya penulisan/perbandingan bukudengan buku lain yang
bertema sama
3. Penutup (berisi penilaian buku secara
keseluruhan)
Kelebihan dan kekurangan buku
Memberi masukan, kritik kepada penulis/penerbit
Memberi pertimbangan kepada pembaca penting tidaknya
buku tersebut
Memberi saran penerbit akan perbaikan-perbaikan yang
perlu diadakan atas kelemahan yang ada
LAPORAN
Laporan adalah satu jenis karya tulis yang dibuat
setelah penelitian terhadap suatu bidang dilaksanakan.
Laporan dapat berarti jenis dokumen yang berisi paparan
peristiwa atau kegiatan yang telah dilakukan seseorang
atas dasar tanggung jawab yang telah dibebankan
kepadanya.
Jenis laporan :
1. Menurut bentuknya :
a. Formulir/blangko : diisi dengan uraian/angka dan
bersifat rutin (misalnya : absensi, kartu iuran,
tabungan, rapor)
b. Bentuk surat : laporan bentuk uraian panjang
c. Memorandum : laporan singkat/ringkas
2. Menurut cara penyampaian
Laporan lisan dan laporan tulisan
3. Menurut waktu pelaksanaan laporan
a. Laporan berkala/rutin
b. Laporan insidental/sewaktu-waktu
4. Menurut gaya penulisan
Laporan resmi dan tidak resmi
Ciri laporan yang baik :
1. Ditulis dengan bahasa yang baik dan jelas
sehingga tidak timbul salah pengertian.
2. Disertai dengan fakta yang akurat, relevan dan
meyakinkan
3. Informasi lengkap
4. Menarik dan enak dibaca
Struktur laporan
1. Halaman judul
2. Lembar persetujuan
3. Kata pengantar
4. Daftar isi
5. Ikhtisar atau bastrak
6. Pendahuluan
7. Isi
8. Kesimpulan dan saran
9. Daftar pustaka
Atau dapat tersusun sebagai berikut:
1. Hal judul (pokok dan topik laporan)
2. Kata pengantar (pengantar pihak penyusun dan
kalimat penyerahan)
3. Daftar isi (rekapitulasi hal-hal yang ada dalam
laporan)
4. Abstrak (ringkasan aspek-aspek yang dibahas
dalam laporan)
5. Pendahuluan
6. Isi (uraian kegiatan, waktu dan tempat, siapa
yang mengadakan, bagaimana pelaksanaannya, anggaran dsb)
7. Kesimpulan dan saran
8. Daftar pustaka
9. Lampiran-lampiran
LAPORAN KEGIATAN KUNJUNGAN
KE STUDIO RCTI JAKARTA
I. Nama/ jenis kegiatan :
II. Tujuan kegiatan :
III. Peserta kegiatan
:
IV. Pelaksanaan kegiatan :
Kegiatan kunjungan dilaksanakan pada
Hari dan tanggal
:
Berangkat pukul :
Pulang pukul
:
Sarana angkutan :
V Pembayaran dan penggunaan dana :
A. Sumber dana
1. Osis SLTP :
2. BP3 :
3. Peserta :
Jumlah :
B. Penggunaan Dana
1. Administrasi :
2. Sewa Bus :
3. Konsumsi :
4. Dokumentasi :
5. Lain-lain :
Jumlah :
VI. Hasil kunjungan
:
…………………..
Ketua Panitia
PENALARAN ARGUMENTASI
Penalaran argumentasi terbagi menjadi dua cara :
1. Penalaran secara induksi, adalah proses berpikir
dengan mengemukakan hal-hal khusus atau bagian-baian
menuju pada kesimpulan yang bersifat umum
Ada tiga jenis :
a. Generalisasi, mengemukakan peristiwa khusus
menuju pada kesimpulan umum / induksi.
b. Analogi, proses menghubungkan suatu peristiwa
dengan peristiwa lain yang mempunyai persamaan dalam
berbagai segi.
Contoh : kalau kita perhatikan kursi yang kita duduki
setiap hari tentu ada yang menciptakan. Mobil yang
sering kita tumpangi ada yang mencipta. Semua kejadian
ada yang menjadikan. Demikian juga manusia. Manusia
pasti ada yang menjadikan. Manusia menciptakan kursi,
meja, mobil dan sebagainya menunjukkan bahwa dirinya
memiliki kemampuan dan kekuasaan. Mahabesar pencipta
manusia yang maha memiliki kemampuan serta kekuasaan
c. Sebab akibat, mengemukakan peristiwa-peristiwa
hingga sampai pada kesimpulan bahwa peristiwa-peristiwa
yang dikemukakan tersebut merupakan sebab dari suatu
keadaan atau sebaliknya bahwa peristiwa-peristiwa itu
merupakan akibat dari keadaan tertentu
2. Penalaran secara deduksi, adalah proses berpikir
dari hal-hal yang bersifat umum menuju pada
bagian-bagian atau hal yang bersifat khusus.
Ada 2 :
a. Silogisme adalah penarikan kesimpulanberdasarkan
pada suatu premis (pernyataan)
Premis ada dua :
(1) Premis umum/mayor, semua anggota
golongan tertentu mempunyai sifat atau hal tertentu
(2) Khusus /minor, seseorang atau sesuatu
adalah anggota golongan tertentu / hal tersebut.
Jenis silogisme :
(1) Silogisme positif, contoh :
P1=a-b Semua calon haji
membayar ONH
P2=c-a Pak Amin calon haji
K =c-b Pak Amin membayar ONH
(2) Silogisme negatif, bila salah satu premis
bersifat negatif , contoh:
P1= Semua pemilik motor tidak mendapatkan bensin
P2= Alung pemilik motor
K = Alung tidak mendapatkan bensin
(3) Silogisme salah, apabila premis tidak
dapat dipertanggungjawabkan atau tidak memenuhi syarat.
b. Entimem adalah silogisme yang diperpendek. Rumus
c=b karena c=a
Contoh : c = Dery, b = Tidak mau membolos, c =
Siswa yang baik
Deri tidak mau membolos karena
dia siswa yang baik
C B
C A
Memo
Memo singkatan dari memorandum (Surat singkat yang
digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu)
Pengertian Memo adalah surat peringatan tidak resmi yang
berisi pesan ringkas untuk berbagai keperluan. Memo
dapat berarti surat yang berisi catatan-catatan singkat
tentang pokok-pokok persoalan.
Jenis memo ada 2 :
1. Memo yang bersifat dinas
2. Memo yang bersifat pribadi
PARTIKEL
Partikel adalah semacam imbuhan yang dalam ucapan tidak
memiliki tekanan sendiri dan tidak merupakan kata karena
tidak berdiri sendiri.
Macam partikel dari klitika :
1. Lah, berfungsi : untuk menghaluskan perintah,
atau berfungsi menegaskan. Selain tiu digunakan untuk
membedakan.
Contoh : Pakailah ! Tataplah ! Dialah ! Andilah yang
datang (bukan orang lain)
2. Kah, berfungsi : untuk memberi tekanan pada
kalimat tanya, menyatakan hal tak tentu
Contoh : Haruskah aku melakukannya ? Mahalkah atau tidak
aku tak peduli !
3. Tah
4. Pun, berfungsi : untuk mengeraskan arti kata,
dipakai bersama –lah. Pun terpisah dari kata di depannya
(saya pun, kami pun dst.) tetapi ditulis serangkai
dengan kata hubung (walaupun, meskipun, sungguhpun
dst.). Pun juga berfungsi untuk menyamakan (Andi pergi,
Susi pun pergi )
Contoh : Kami pun merasa bersalah
Matahari pun terbitlah
Ada partikel yang berasal dari kata depan :
Atas, tentang, akan,
kepada, bagi, dari, dan lain-lain.
Fungsinya adalah :
1. untuk mempererat hubungan kata kerja dengan kata
benda di belakangnya
2. untuk memberi penjelasan
3. hanya pada kalimat aktif intransitif
4. sebagai pengantar pelengkap ( dibelakang
partikel adalah pelengkap, karena termasuk kalimat aktif
intransitif)
contoh : Aku tidak percaya akan setiap
janjinya
S
P PEL
Contoh : Anak-anak haus akan hiburan
terkenang akan
Ibu sayang akan
anak-anaknya berdiskusi tentang
Iwan setuju dengan usul
adik tidak percaya pada
Ia marah kepada saya
berterima kasih atas
Partikel ( lah, kah, tah ) ditulis serangkai dengan kata
yang mendahuluinya.
Contoh : bacalah, adalah, apakah, siapakah, apatah dst
Partikel -pun terpisah dari kata yang mendahuluinya.
Contoh : satu kali pun, adik pun, ia pun, apa pun
Pun yang lazim dipadukan adalah : adapun, andaipun,
ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun,
maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, walaupun
Per yang berarti mulai, demi, tiap, ditulis terpisah
dengan kalimat yang mendahului atau mengikutinya.
Contoh : per 1 April, satu per satu, per helai
RAGAM BAHASA
Ragam bahasa ada beberapa macam, yaitu :
Ragam bahasa pers (jurnalistik), ciri-ciri :
1. Singkat, padat, menarik, jelas
2. Terdapat kata-kata aktual
Bahasa sastra
1. Konotatif
2. Multi interpretasi
3. Subjektif
4. Bahasa indah
Bahasa ilmu pengetahuan
1. Denotatif
2. 1 penafsiran
3. Objektif
4. Bahasa lugas
Bahasa iklan
1. Singkat, padat, menarik
2. Menggunakan gaya bahasa hiperbola
3. Mengandung sugesti, kalimat pendek
4. Mudah dipahami (kalimat efektif)
5. Bersifat paparan
FUNGSI BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia dalam peranannya sebagai bahasa
persatuan mempunyai dua fungsi pokok :
1. Secara umum dan khusus
Secara khusus, mempunyai fungsi :
1. Praktis (alat komunikasi antarmasyarakat)
2. Estetis (alat pengungkap seni)
3. Sains (alat pengembang ilmu dan teknologi)
4. Filosofis (alat untuk menggali kebudayaan)
Secara umum, mempunyai fungsi :
1 Alat untuk menjalankan administrasi negara
2 Alat untuk mempersatukan suku
3 Wadah pembinaan sains dan teknologi
Sebagai bahasa negara dan bahasa nasional
Sebagai bahasa nasional:
1. Lambang kebanggaan nasional
2. Lambang identitas nasional
3. Alat pemersatu suku bangsa
4. Alat perhubungan antardaerah
Sebagai bahasa negara :
1. Bahasa resmi kenegaraan
2. Bahasa pengantar dunia pendidikan
3. Alat perhubungan tingkat nasional
4. Alat pengembangan budaya dan teknologi
PENANDA HUBUNGAN
Penanda hubungan mempunyai fungsi : memadukan antara
kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam satu
paragraf.
Macam penanda hubungan :
1. Menyatakan penunjukkan (penggunaan kata untuk
menunjuk atau mengacu kata lain).
Contoh : ini, itu, tersebut, tadi, di atas, berikut ini,
……maka belajar itu penting
2. Penggantian (dengan kata ganti orang,
klitika-nya, atau kata-kata seperti : ini, itu, sini,
situ, sana, begini, demikian dsb.)
Contoh :Nina anak pandai, ia berkuliah di UGM, tinggal
bersama kakaknya.
3. Pelesapan / elipsis (penghilangan unsur kalimat
yang tersurat pada kalimat berikutnya)
Contoh : Ahmad akan naik haji. Sesudahnya (Ahmad) akan
singgah di Singapura
4. Perangkaian (dinyatakan dengan kata-kata yang
merangkaikan kalimat satu dengan kalimat yang lain)
Contoh : perihal, sebaliknya, jadi, maka,
akibatnya, selain itu dan sebagainya.
Tutik tidak sarapan, akibatnya ia pingsan
IKLAN
Iklan adalah suatu pemberitahuan dari seseorang atau
badan usaha yang ditujukan kepada khalayak ramai
mengenai barang dan jasa yang dijual melalui media
massa. Iklan dapat berarti media informasi yang menarik
perhatiandan berfungsi untuk mengajak dengan menonjolkan
kata-kata.
Fungsi iklan adalah :
1. sebagai alat promosi
2. sebagai alat komunikasi
3. sebagai alat informasi
Jenis iklan :
1 Iklan pengumuman (untuk mengumumkan informasi
tertentu kepada masyarakat)
Contoh : reuni, pentas, lomba, bazar, diskon
besar-besaran dsb.
2 Iklan penawaran / reklame (untuk menawarkan
barang atau jasa)
Contoh : iklan sabun, rokok, kendaraan dsb.
3 Iklan permintaan (untuk mencari tenaga kerja
atau kebutuhan barang dan jasa kepada masyarakat)
Contoh : iklan lowongan kerja, dicari, dibutuhkan,
membuka lowongan dsb.
Ragam bahasa iklan :
1. Menarik, singkat, jelas dan tepat
2. Bahasa superlatif dengan ungkapan hiperbola
(paling, ter-, super, maha dsb)
3. Kalimat pendek, mengandung sugesti
4. Mudah dipahami (efektif)
POSTER
Poster adalah : surat tempel atau plakat yang dipasang
ditempat umum berupa pengumuman atau penawaran. Poster
berasal dari bahasa Inggris bersinonim dengan kata
placard, dalam bahasa Belanda disebut dengan plakkat
atau dalam bahasa Indonesia berarti surat tempel.
Tujuan membuat poster adalah :
1. Untuk menawarkan barang (poster rokok, permen
dsb)
2. Menghimbau atau memberitahu masyarakat (pajak,
kenaikan BBM, iuran, pemberitahuan dsb)
3. Mendidik masyarakat (jauhi narkoba, ikutlah
ber-KB)
Macam Poster :
1 Layanan masyarakat (penjelasan yang membentuk
kesadaran masyarakat tentang suatu hal yang menyangkut
kepentingan bersama). Contoh : pajak, KB dsb.
2 Informasi/ pengumuman (berisi kegiatan,
peristiwa yang akan dilaksanakan). Contoh : bazar,
lomba, pentas
3 Niaga (menawarkan barang dan jasa). Contoh :
iklan rokok, roti, permen, bank dsb.
Langkah menyusun poster :
1 Tentukan subjek (apa yang diposterkan)
2 Merumuskan pesan yang hendak disampaikan kepada
umum
3 Susun kalimat dengan singkat, padat, dan jelas
(inti masalah dapat dibaca sambil lalu)
4 Gunakan kata-kata membujuk / sugestif
SLOGAN
Perkataan atau kalimat pendek yang menarik dan mudah
diingat untuk memberitahukan sesuatu
Contoh : TVRI menjalin persatuan dan kesatuan
BNI kunci segala situasi
Pegadaian mengatasi masalah
tanpa masalah
SCTV ngetop !
IMBAUAN
Seruan atau ajakan kepada masyarakat luas untuk
melakukan sesuatu
Contoh : mari menabung
Sukseskan Wajar 9 tahun
Jagalah kebersihan
Gunakan BBM engan bijak
PIDATO
Pidato adalah salah satu bentuk komunikasi lisan untuk
menyampaikan pesan atau gagasan kepada pendengar.
Unsur pidato adalah :
1 Pembicara
2 Materi/bahan pidato
3 Audiens
Metode pidato :
1 Spontanitas / serta merta / impromtu : jenis
pidato tanpa persiapan/improvisasi
2 Ekstemporan : membuat catatan hal-hal penting,
atau membuat kerangka
3 Hafalan : menghafal naskah
4 Naskah : membaca teks, tidak terdapat interaksi
kontak sehingga membosankan
Macam pidato :
1 Persuasi (mengajak pendengar melaksanakan
sesuatu)
2 Bertindak (pidato persuasif berupa tindakan
nyata yang diinginkan)
3 Argumentasi (untuk meyakinkan pendengar agar
membenarkan pendapat pembicara)
4 Informasi (pidato untuk memberitahukan suatu
hal)
5 Rekreatif (pidato menghibur pendengar)
Hal-hal yang diperhatikan dalam berpidato :
1 Sikap (tenang, tatap mula, atur mimik)
2 Suara (sesuai dimensi ruang)
3 Bahasa (dapat dipahami, variatif)
4 Gaya(wajar, sopa, bersahabat)
Langkah dalam menyusun pidato :
1 Maksud atau tujuan
2 Analisis calon pendengar
3 Pilih dan pusatkan pokok masalah natau topik
4 Kumpulkan bahan
5 Buat kerangka pidato
6 Mengembangkan kerangka
7 Latihan mimik, vokal, gesture dan penyajian
Sistematika Pidato :
a. Salam pembuka
b. Sapaan kepada yang hadir
Pembukaan
c. Ucapan syukur
d. Tujuan/isi/manfaat
Inti Pidato
e. Harapan
f. Ucapan terima kasih
g. Permohonan maaf bila ada ucapan yang salah
Penutup
h. Salam penutup
Tujuan pidato :
1. Memberitahukan sesuatu kepada pendengar
(menginformasikan)
2. Menghibur audien
3. Mempengaruhi pendapat dan mengajak/membujuk
pendengar
4. Memotivasi, memberi semangat/dorongan moral
kepada pendengar
5. Meyakinkan pendengar
6. Mengajak melakukan tindakan /menggerakkan
pendengar
IMBUHAN
Imbuhan Ke-
Fungsi :
1 Membentuk kata bilangan tingkat ( kedua, ketiga,
ketujuh, kesepuluh)
2 Membentuk k.bil kumpulan ( kesebelas orang itu
terluka)
3 Membentuk k. benda ( kekasih, ketua, kehendak)
Nosi :
1 Menyatakan yang di- (kekasih, ketua, kehendak)
2 Menyatakan tingkat atau himpunan.
Imbuhan Pe-
Fungsi : Membentuk kata benda
Bentuk : pen-, peng, peny, pe, pem
Nosi :
1 Orang yang bekerja (petani, pelayan, pengarang,
penanam)
2 Alat (peneropong, penutup, pemancar, perasa)
3 Mempunyai sifat ( pemalu, pemarah, penakut)
4 Orang yang gemar (perokok, peminum, pemadat,
pecandu, pemabuk)
5 Yang menyebabkan (penyakit, pengharum,
penghalus)
Pe- tidak berubah didepan huruf : l, r, w, y, m, n (
pelari, perakit, pewaris, pemakan, penasihat)
Imbuhan Se-
Fungsi :
1 Sebagai kata keterangan (semalam ia datang)
2 Sebagai kata sambung (sesudah makan ia pergi)
3 Tidak mengubah jenis kata
Nosi :
1 Satu (sebuah, sehari, setelah, sekelompok,
sebatang, seorang)
2 Seluruh (se-Indonesia, sekampung, sedunia)
3 Sama dengan (sepandai, secantik, setinggi)
4 Sebanyak (semaumu, setahuku, sebisaku,
seingatku, semampuku)
5 Setelah (sesampai, seusai, sekembali, sekembali,
sepulang)
Imbuhan Me-
Fungsi : membentuk kata kerja transitif dan intransitif
Nosi :
1. Transitif :
1 Melakukan suatu perbuatan (menikam, mencium,
menanam, menyanyi, menulis)
2 Perbuatan dengan alat seperti kata dasar
(mencangkul, memarang, menyapu, menyabit, menombak)
3 Menghasilkan seperti kata dasar ( menyambal,
melotis, merujak)
2. Intransitif :
1. Mengerjakan sesuatu (menari, menyanyi,
merangkai, mendidik)
2. Menghasilkan (menelur, meringkik, mengeluh,
mendesah, dsb.)
3. Berbuat seperti (membatu, membabi buta, memerah,
menyatu)
4. Menghisap/ minum ( merokok, mengopi)
5. Dalam keadaan ( mengantuk, menganga )
6. Menuju ke arah (menepi, mendarat, menjauh)
7. Mencari / mengumpulkan (merotan, mendamar)
8. Memperingati (menujuh hari)
9. Menjadi (meninggi, memerah, mengencang,
mengeras, menghebat)
RANGKUMAN
Rangkuman yaitu : menyajikan kembali isi sebuah bacaan
secara singkat dengan kata-kata sendiri
Manfaat :
1. Mempermudah mengetahui isi sebuah bacaan
2. Memperpendek waktu jika akan membaca ulang
sebuah bacaan
3. Membantu jika memerlukan cara praktis dan cepat
Langkah-langkah :
1. Membaca secara keseluruhan bacaan yang akan
dirangkum
2. Mencari pikiran utama setiap paragraf
3. Menyusun kembali pikiran utama yang telah
ditemukan menjadi sebuah karangan
Hal-hal yang diperhatikan dalam menyusun rangkuman :
1. Sebaiknya dalam merangkum menggunakan kalimat
tunggal
2. Panjang rangkuman dapat disesuaikan dengan
panjang pendek bacaan yang dirangkum
3. Gagasan asli pengarang/penulis arus
dipertahankan
4. Penyusun rangkuman tidak boleh memasukkan
gagasan baru kedalam rangkumannya.
FAKTA DAN OPINI
Fakta yaitu : sesuatu hal yang nyata / peristiwa yang
benar-benar ada dan terjadi (segala hal yang
kebenarannya tidak disangsikan lagi.
Contoh :
Daerah pegunungan berhawa sejuk
Ombak pantai selatan sangat besar
Presiden Susilo Bambang Yudoyono berasal dari Pacitan
Opini yaitu : pendapat, pikiran seseorang mengenai suatu
hal yang belum tentu / belum pasti benar dan terjadi (
segala hal yang kebenarannya masih diragukan / belum
pasti ]
Ciri-ciri : agaknya, kira-kira, diharapkan, dapat ,
mungkin, tidak mustahil, barangkali, akan dsb.
ISTILAH
Istilah yaitu kata atau gabungan kata untuk
mengungkapkan suatu konsep, proses, keadaan, sifat yang
khas dalam bidang tertentu.
Contoh : hobi, fiksi, anjangsana, aklamasi, fiksi
Perbedaan kata dengan istilah :
Kata Istilah
Bermakna ganda
Bergantung pada konteks
Dapat terikat konotasi
Tiap daerah berbeda Bermakna satu (tunggal)
Tidak bergantung konteks
Netral
Dikenal secara umum/internasional
KATA KAJIAN (KATA ILMIAH) DAN KATA POPULER
Kata kajian (kata ilmiah) : kata yang biasa dipakai
untuk kepentingan kajian keilmuan (kata yang dipakai
dikalangan terbatas/ kalangan keilmuan)
Biasanya digunakan dalam laporan, skripsi, tesis,
desertasi
Contoh : rangking, evaluasi, volume, argumen, karakter
Kata populer : kata yang dikenal dan dipakai dalam
masyarakat luas
Contoh : peringkat, menilai, isi, pendapat, perangai.
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!
1. Penulisan bagian isi surat resmi berikut ini yang benar adalah….
a. Dengan ini kami mengharap kehadiran saudara pada:
hari, tanggal : Senin, 28 Oktober 2006
waktu : 08.00 s.d. 11.00 WIB
tempat : SMPN 1 Donorojo
acara : pembukaan Bulan Bahasa 2006.
a. Dengan ini kami mengharap kehadiran Saudara pada:
Hari, tanggal : Senin, 28 Oktober 2006
Waktu : 08.00 s.d. 11.00 WIB
Tempat : SMPN 1 Donorojo
Acara : pembukaan Bulan Bahasa 2006.
a. Dengan ini kami mengharap kehadiran saudara pada:
Hari, tanggal : Senin, 28 Oktober 2006
Waktu : 08.00 s.d. 11.00 WIB
Tempat : SMPN 1 Donorojo
Acara : pembukaan Bulan Bahasa 2006.
a. Dengan ini kami mengharap kehadiran Saudara pada:
hari, tanggal : Senin, 28 Oktober 2006
waktu : 08.00 s.d. 11.00 WIB
tempat : SMPN 1 Donorojo
acara : pembukaan Bulan Bahasa 2006.
2. Penulisan alamat tujuan surat yang sesuai dengan kaidah adalah….
a. Yth. Bapak Kepala SMPN 1 Arjosari c. Yth. Kepala SMPN 1 Arjosari
Jalan Nawangan No. 3 Jalan Nawangan No. 3
Arjosari Arjosari
b. Yth. Kepala Sekolah SMPN 1 Arjosari d. Yth Kepala SMPN 1 Arjosari
Jalan Nawangan No. 3 Jalan Nawangan No. 3
Arjosari Arjosari.
3. Penulisan kepala surat berikut ini yang benar adalah ….
a. ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
SMP MERAH PUTIH
JALAN MERDEKA NO. 12 TELEPON 991207
b. ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
SMP MERAH PUTIH
Jalan Merdeka No. 12 Telepon 991207
c. Organisasi Siswa Intra Sekolah
SMP Merah Putih
Jalan Merdeka No. 12 Telepon 991207
d. ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
SMP Merah Putih
Jalan Merdeka No.12 Telepon 991207
4. Di bawah ini unsur-unsur rencana kegiatan peringatan hari besar keagamaan yang tertata secara sistematis di dalam proposal adalah….
a. nama atau jenis kegiatan, latar belakang, tujuan, waktu dan tempat pelaksanaan, susunan acara, susunan panitia, rencana anggaran, penutup.
b. nama atau jenis kegiatan, tujuan, latar belakang, waktu dan tempat pelaksanaan, susunan acara, susunan panitia, rencana anggaran, penutup
c. nama atau jenis kegiatan, latar belakang, tujuan, waktu dan tempat pelaksanaan, susunan acara, susunan panitia, penutup, rencana anggaran,
d. latar belakang, tujuan, nama atau jenis kegiatan, waktu dan tempat pelaksanaan, susunan acara, susunan panitia, rencana anggaran, penutup
5. OSIS SMP Negeri 1 Ngadirojo akan mengadakan kegiatan seminar sehari tentang bahaya narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba). Penyaji makalah dua orang, yaitu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dan polsek setempat. Jadwal kegiatan yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah….
a. No. Pukul Kegiatan
1. 09.00 s.d. 09.10 Pembukaan
2. 09.10 s.d. 09.30 Penyajian makalah
3. 09.30 s.d. 10.30 Sambutan Kepala Sekolah
4. 10.30 s.d. 11.00 Tanya jawab
5. 11.00 s.d. 11.15 Doa
6. 11.15 s.d. 11.20 Penutup
b. No. Pukul Kegiatan
1. 09.00 s.d. 09.10 Pembukaan
2. 09.10 s.d. 09.25 Laporan Ketua OSIS
3. 09.25 s.d. 10.40 Sambutan Pembina OSIS
4. 10.40 s.d. 11.00 Sambutan Kepala Sekolah
5. 11.00 s.d. 11.15 Penyajian Makalah
6. 11.15 s.d. 11.20 Penutup
c. No. Pukul Kegiatan
1. 09.00 s.d. 09.10 Pembukaan
2. 09.10 s.d. 09.30 Laporan Ketua OSIS
3. 09.30 s.d. 10.30 Sambutan Kepala Sekolah
4. 10.30 s.d. 11.00 Penyajian makalah
5. 11.00 s.d. 11.15 Doa
6. 11.15 s.d. 11.20 Penutup
d. No. Pukul Kegiatan
1. 09.00 s.d. 09.10 Pembukaan
2. 09.10 s.d. 09.25 Laporan Ketua Panitia
3. 09.25 s.d. 09.45 Sambutan Kepala Sekolah
4. 09.45 s.d. 10.45 Penyajian makalah
5. 10.45 s.d. 11.15 Tanya jawab
6. 11.15 s.d. 11.20 Penutup
6. Anggaran Lomba Baca Puisi Tingkat SMP
I. Sumber Dana
a. Dana dari sekolah : Rp2.000.000,-
b. Pendaftaran peserta : Rp1.500.000,-
c. Donatur/sponsor : Rp2.000.000,-
…….
Penulisan nilai mata uang yang tepat adalah….
a. a. Dana dari sekolah : Rp2.000.000.00 c. a. Dana dari sekolah : Rp.2.000.000,00
b. Pendaftaran peserta : Rp1.500.000.00 b. Pendaftaran peserta : Rp.1.500.000,00
c. Donatur/sponsor : Rp2.000.000.00 c. Donatur/sponsor : Rp.2.000.000,00
b. a. Dana dari sekolah : Rp2.000.000,- d. a. Dana dari sekolah : Rp2000.000,00
b. Pendaftaran peserta : Rp1.500.000,- b. Pendaftaran peserta : Rp1500.000,00
c. Donatur/sponsor : Rp2.000.000,- c. Donatur/sponsor : Rp2000.000,00
7. Ada jutaan anak usia sekolah di Indonesia terpaksa berhenti sekolah. Bukan kemauan mereka berhenti sekolah dan bukan pula kemauan orang tuanya. Keadaanlah yang menyebabkan semua itu. Untuk membantu mereka peranan orang tua asuh sangat diperlukan. Akan tetap,i untuk mewujudkan program orang tua asuh diperlukan dukungan dari semua pihak yang terkait.
Rangkuman paragraf tersebut yang tepat adalah….
a. Banyak anak di Indonesia berhenti sekolah karena tidak mendapat perhatian dari orang tua asuh dan dukungan masyarakat
b. Anak-anak di Indonesia berhenti sekolah karena kemampuan mereka kurang dan mereka tidak mendapat bantuan dari orang lain.
c. Anak-anak Indonesia banyak yang tidak sekolah disebabkan oleh kurangnya bantuan dari pihak yang terkait.
d. Banyak anak usia sekolah di Indonesia berhenti sekolah karena faktor keadaan dan peranan orang tua asuh yang sangat diperlukan.
8. Dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional, SMP Insan Cendekiatelah mengadakan berbagai lomba. Lomba tersebut di antaranya lomba berpidato dan lomba membaca puisi. Peserta lomba adalah siswa perwakilan kelas VII, VIII, dan IX. Selain itu, juga ada kegiatan bazar siswa dan guru. Pada saat pembukaan, perwakilan orang tua siswa, komite sekolah, bapak dan ibu guru, serta kepala sekolah ikut apel bersama siswa.
Laporan yang tepat sesuai dengan ilustrasi tersebut ialah….
a. Penyelenggaraan hari Pendidikan Nasional di SMP Insan Cendekia berlangsung meriah. Selain upacara yang dihadiri siswa, juga diadakan berbagai lomba kebahasaan dan bazar.
b. Juara lomba berpidato dan membaca puisi di SMP Insan Cendekia pada saat peringatan hari Pendidikan nasional ternyata berasal dari perwakilan siswa kelas VII, VIII, dan IX.
c. Kegiatan bazar di SMP Insan Cendekia berlangsung cukup meriah. Terbukti dengan adanya keterlibatan antara orang tua siswa, komite sekolah, guru, serta kepala sekolah.
d. Apel yang diikuti oleh orang tua siswa, komite sekolah, bapak dan ibu guru, serta kepala sekolah berlangsung meriah. Apel dilaksanakan dalam rangka memperingati Hardiknas.
9. Paragraf berikut ini yang berisi laporan adalah….
a. Setiap kali memandang patung Sudirman ini, kakek tua itu merasakan keharuan dan semangat juangnya bagai api yang tak pernah padam. Lebih-lebih jejak-jejak setapak yang pernah dilalui bersama Sang Jendral itu semakin membarakan rasa kebangsaan yang teramat dalam. Akan tetapi sayang, kakek itu sudah tidak muda lagi.
b. Apabila kita masuk ke ruang perpustakaan, kesan pertama adalah bersih, teratur, dan menyenangkan, Bukankah kondisi perpustakaan yang demikian itu akan membuat pembaca senang berlama-lama di perpustakaan? Kebanyakan dari perpustakaan yang ada masih sangat sederhana dan miskin buku.
c. Masalah kesehatan merupakan masalah penting dalam kehidupan. Banyak hal yang bisa mempengaruhi kesehatan manusia, misalnya lingkungan sekitar, makanan, dan peralatan yang digunakan oleh manusia. Apabila hal itu tidak dijaga kebersihannya, bagaimanakah manusia bisa tetap hidup sehat.
d. Kegiatan pentas seni telah dilaksanakan di SMPN 1 Nawangan pada tanggal 25-28 Agustus 2007. Kegiatan tersebut disamping untuk memperingati hari kemerdekaan RI, juga untuk melihat potensi siswa-siswi SMP dalam bidang seni. Dengan kegiatan itu diharapkan muncul seniman-seniman handal di masa yang akan datang.
10. Ia termasuk tokoh penting dalam dunia olahraga internasional. Hidupnya banyak diabadikan untuk kemajuan dunia olahraga, khususnya sepak bola. Ketika masih aktif, ia dikenal sebagai atlet yang tangguh. Sejak usia belasan tahun, namanya sudah dikenal masyarakat dunia. Sekarang pun namanya masih sering disebut. Media massa masih sering memburunya.
Mulai ia masih menjadi atlet hingga menjadi kakek, ia dikenal rendah hati. Ia juga murah senyum dan penyantun kaum lemah. Orang-orang di berbagai belahan dunia mengagumi dan menghormatinya.
Wacana tersebut mengulas seorang tokoh dari sisi….
a. Ketenaran tokoh dalam bidang olahraga dan kekaguman masyarakat
b. Tokoh penting di tingkat nasional dan perwatakannya
c. Ketangguhan fisik dan kehormatannya.
d. Ketenaran tokoh dan karakternya
11. Pewawancara : “Kabarnya, Pak Roy Surya ini pakar teknologi informasi, Ya?”
Roy Surya : “Ya, begitulah orang menyebutnya.”
Pewawancara : “Apa sebenarnya yang disebut teknologi informasi itu, Pak?
Roy Surya : “Teknologi informasi adalah teknologi yang memberikan kepada kita cara mendapatkan kemudahan informasi dalam berbagai disiplin ilmu.”
Pewawancara : ……………………………………………………
Roy Surya : “Banyak sekali. Dengan aplikasi teknologi informasi, kita bisa melakukan komunikasi dan memberikan informasi kepada masyarakat. Teknologi informasi memudahkan kita dalam menentukan waktu sholat, menentukan kiblat.”
Pertanyaan yang tepat untuk mengisi bagian rumpang wawancara di atas adalah….
a. Berapa macam jenis teknologi informasi itu?
b. Apa saja manfaat teknologi informasi itu?
c. Bagaimanakah kita menggunakan teknologi informasi itu?
d. Apa saja macam-macam perangkat dalam teknologi informasi itu?
12. Dinda adalah anak yang berhasil menjadi juara pertama lomba KIR tingkat kabupaten.
Pertanyaan yang paling tepat untuk mewawancarai Dinda berkaitan dengan kiatnya dalam meraih juara I lomba KIR adalah….
a. Bagaimana perasaan Anda setelah berhasil menjadi juara I lomba KIR tingkat kabupaten?
b. Langkah-langkah apakah yang Anda persiapkan dalam rangka meraih juara I lomba KIR tingkat kabupaten?
c. Bagaimanakah proses pelaksanaan lomba karya ilmiah remaja di tingkat kabupaten tersebut?
d. Apakah rencana selanjutnya setelah Anda berhasil menjadi juara I lomba KIR tingkat kabupaten?
13. (1) Kawasan Gunung Lawu yang indah menjadi tujuan wisata kami. (2) Kami berangkat menuju Gunung Lawu tanggal 15 Juni 2007. (3) Para pembimbing adalah guru-guru sekolah kami berjumlah 10 orang. (4) Jumlah siswa yang ikut dalam rombongan karya wisata berjumlah 80 orang. (5) Perjalanan wisata ke Gunung Lawu tak dapat kami lupakan. (6) Sesampai di sana banyak temuan yang kami catat sebagai tambahan pengetahuan.
Laporan perjalanan di atas tersusun secara tidak sistematis. Laporan perjalanan itu akan menjadi runtut jika tersusun dengan susunan….
a. 5-1-4-3-2-6 b. 1-5-3-4-6-2 c. 1-2-4-3-6-5 d. 4-1-5-3-6-2
14. Mona berpendapat bahwa untuk kemajuan koperasi siswa, sekolah perlu suatu terobosan baru yakni pengelola koperasi peka terhadap pengadaan barang-barang yang dikonsumsi siswa di sekolah.
Kalimat sanggahan yang tepat berdasarkan ilustrasi tersebut adalah….
a. Menurut saya, pendapat Mona tidak realistis karena permodalan koperasi siswa sangat minim.
b. Saya tidak sependapat jika koperasi siswa di sekolah dituntut untuk menyediakan barang-barang konsumsi siswa.
c. Menurut saya, pendapat Mona cukup bagus, tetapi kiranya perlu mempertimbangkan masalah permodalan koperasi saat ini.
d. Saya kurang sependapat dengan Mona kalau koperasi sekolah akan menyediakan barang-barang yang dikonsumsi siswa.
15. Sebagai anggota peleton inti seseorang harus siap siaga setiap saat melaksanakan tugas di sekolah.
Sanggahan yang tepat atas pernyataan tersebut adalah….
a. Saya setuju dengan pernyataan bahwa anggota peleton inti siap siaga.
b. Apakah setiap anggota peleton inti pasti dalam kondisi prima?
c. Mengapa seorang anggota peleton inti wajib siap berbakti?
d. Seorang anggota peleton inti tidak perlu ragu akan sikapnya.
16. Berikut ini kalimat yang paling santun untuk menyanggah pendapat seseorang ketika berdiskusi adalah….
a. Saya tidak sependapat karena pendapat Saudara tidak didukung dengan data dan fakta.
b. Saudara seharusnya memikirkan apa yang Saudara katakan, jangan asal bisa saja.
c. Saya menolak pendapat Saudara karena pendapat Saudara tidak sesuai dengan saya.
d. Saudara sungguh tidak logis dalam menanggapi permasalahan ini dan saya tidak setuju.
17. Berikut ini penggunaan kata seru yang tepat adalah….
a. Syukurlah, jika kalian selamat! c. Cih, saya mendapat hadiah sebanyak ini!
b. Amboi, usahanya tak ada hasilnya. d. Astaga, hasil ulanganmu biasa-biasa saja.
18. Sore itu Doni sedang duduk-duduk di ruang tamu sambil menikmati secangkir kopi pahit.
Penggunaan kata ulang yang semakna dengan kata ulang pada kalimat tersebut adalah….
a. Harun memukul genderang itu keras-keras.
b. Rumahku tidak jauh, kira-kira 3 km dari tempat ini.
c. Setiap pagi Dita berjalan-jalan dengan orang tuanya.
d. Akibat terjangan angin puting beliung, rumah-rumah roboh.
19. Bapak: “Ada apa Nak?”
Intan : “ Kalau diperbolehkan, saya, Rita, dan Dewi minta izin akan berlibur ke pantai.”
Bapak: “ Apakah tidak masuk sekolah?”
Intan : “…… bertiga hari ini libur.”
Penggunaan kata ganti yang tepat adalah….
a. kita b. saya c. kami d. mereka
20. Mereka harus berangkat berkemah. Tidak sedikit … yang harus dibawa ketika akan berkemah. Sebelum berkemah mereka telah mendapatkan … tentang berkemah selama 2 hari.
Di tempat berkemah kakak pembina memberi materi … lingkungan. Kami juga melakukan … dengan kelompok berkemah dari daerah lain.
Secara berurutan kata-kata yang tepat untuk mengisi kalimat yang rumpang pada kalimat di atas adalah….
a. perbekalan, pembekalan, pengenalan, perkenalan
b. pembekalan, perbekalan, perkenalan, pengenalan
c. perbekalan, pembekalan, perkenalan, pengenalan
d. pembekalan, perbekalan, pengenalan, perkenalan
21. Jika kita membaca cepat dengan buku telepon untuk menemukan informasi dalam deretan kata-katanya, maka kita harus mengamati deretan kata-kata tersebut secara alfabetis. Berikut ini deretan nama dan nomor telepon yang benar adalah….
a. Handoko Sunu……….631-772 c. Handoko Sunu……….631-772
Handoko Suta………..631-657 Handoko Suta………..631-657
Imam Sentoso………..631-876 Imam Santoso………..631-327
Imam Santoso………..631-327 Imam Sentoso………..631-876
Purwanto……………..632-442 Purnomo……………..631-098
Purnomo……………..631-098 Purwanto……………..632-442
b. Handoko Suta……….631-657 d. Handoko Suta…….…..631-657
Handoko Sunu……….631-772 Handoko Sunu……….631-772
Imam Sentoso………..631-876 Imam Santoso………..631-327
Imam Santoso………..631-327 Imam Sentoso………..631-876
Purwanto……………..632-442 Purnomo……………..631-098
Purnomo……………..631-098 Purwanto……………..632-442
Cermati bacaan berikut, kemudian kerjakan soal nomor 22 s.d. 25!
1) Tuberkulosis paru-paru merupakan salah satu penyakit mematikan. 2) Diperkirakan 19 – 43 % penduduk dunia terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. 3) Di Indonesia penyakit ini menempati urutan ketiga penyebab kematian. 4) Setiap tahun diprediksi terdapat 500 ribu kasus baru dan 175 ribu kematian akibat tuberkulosis.
22. Gagasan pokok paragraf tersebut adalah ….
a. tuberculosis paru-paru c. penyebab kematian
b. penyakit mematikan d. berbagai kasus kematian
23. Kalimat yang berupa opini adalah kalimat ke….
a. 1 dan 2 b. 3 dan 4 c. 1 dan 3 d. 2 dan 4
24. Kalimat yang berupa fakta dalam paragraf tersebut ditandai dengan nomor
a. 1 dan 2 b. 1 dan 4 c. 1 dan 3 d. 2 dan 4
25. Simpulan isi wacana berita tersebut adalah….
a. Hampir 50% penyebab kematian penduduk Indonesia adalah tuberkulosis.
b. Penyakit tuberkulosis paru-paru salah satu penyebab kematian urutan 3 besar di Indonesia.
c. Diperkirakan 500 ribu kasus kematian akibat tuberkulosisi paru-paru.
d. Setiap tahun 175 ribu kasus bertambah akibat tuberkulosisi paru-paru
26. ……. Sepulang dari Amerika Rendra menampilkan kecenderungan lain dalam karya puisinya. Ia banyak melihat ketidakadilan dan kesewenang-wenangan di Indonesia sehingga puisi-puisi yang ditulisnya terutama yang terhimpun dalam kumpulan Blues untuk Bonnie bernada protes terhadap dua ketimpangan itu. Hal itu menjadikan pemerintah Orde Baru bersikap keras dan kasar terhadap dirinya. Berkali-kali Rendra dilarang pentas.
Bersadarkan kutipan biografi Rendra tersebut hal yang baik untuk kita teladani adalah….
a. Keberaniannya dalam melakukan protes sosial lewat puisi kepada pemerintah Orde Baru.
b. Kegemarannya dalam menulis puisi-puisi yang isinya berkecenderungan protes.
c. Keberanian Rendra melakukan penelitian tentang ketidakadilan & kesewenang-wenangan.
d. Perjuangan WS Rendra dalam melawan pemerintahan yang sah di NKRI ini.
27. ….. Kami yakin seyakin-yakinnya bahwa peradaban bangsa tiada akan deras majunya selama Kaum perempuan dijauhkan daripada usaha memajukan bangsa ini. Ibulah yang jadi pusat kehidupan rumah tangga dan kepada ibu itulah dipertanggungjawabkan kewajiban pendidikan anak-anak yang berat itu yaitu bagian pendidikan yang membentuk budinya. Berilah anak-anak gadis pendidikan yang sempurna, jagalah supaya ia cakap kelak ia memikul kewajiban yang berat itu.
Dari kutipan biografi RA Kartini tersebut hal yang paling tepat untuk diteladani adalah….
a. Perjuangan RA Kartini melawan penjajah dalam rangka membela bangsa dan negaranya.
b. Semangat RA Kartini dalam mencerdaskan wanita dan meninggikan peradaban bangsa.
c. Semangat dan kecintaan RA kartini kepada anak-anak dan kaum ibu.
d. Perjuangan RA Kartini agar kaum wanita bisa bersaing mengalahkan kaum pria.
28. Setiap orang melihat tingkah laku anak kecil itu. Anak itu membawa boneka kesayangannya. Ia sangat khawatir kalau boneka itu jatuh dan kemudian kotor. Akhirnya, boneka itu dimasukkan ke dalam tas lalu menentengnya dengan tenang.
Kata bergaris bawah yang merupakan kata khusus terdapat pada kalimat ….
a. kesatu b. kedua c. ketiga d. keempat
29. Membaca memiliki peranan penting dalam kehidupan. Membaca dapat dilakukan setiap saat. Namun demikian, masyarakat kita masih kurang menyadari akan hal itu. Kami mempunyai kesadaran tentang hal itu.
Kalimat pasif pada wacana di atas adalah terdapat pada kalimat ….
a. kesatu b. kedua c. ketiga d. keempat
30. Kami mempunyai kesadaran tentang hal itu.
Kalimat tersebut jika dipasifkan menjadi….
a. Kesadaran tentang hal itu dipunyai oleh kami. c. Kesadaran tentang hal itu kami punyai.
b. Tentang hal itu kesadaran dipunyai oleh kami. d. Kesadaran tentang hal itu punya kami.
31. ……..“Coba kalau berani” Jawab Sutan Majinjing Alam sambil menghampirkan mukanya menentang muka Si Togop, Tetapi untung akan celaka, kebetulan pada waktu itu ia batuk Air ludahnya seakan-akan kelupaan diri mengenai mukanya maka dibalasnya penghinaan itu, maka terjadilah peperangan ludah yang amat hebat, diiringi tinju, sepak, dan terjang.
Kutipan tersebut merupakan gambaran alur yang berupa….
a. konflik b. perkenalan c. klimaks d. peleraian
32. Lalu katanya, “Kalau Nyonya melarangku datang kemari, itu hak Nyonya, tapi menyambutku dengan semburan begini, rasanya Nyonya telah membuat kekeliruan bertamu. Nyonya harus mempersilakan tamu nyonya masuk, bukan memakinya.
Nilai moral yang terdapat pada kutipan cerita tersebut adalah….
a. Belajar santun ketika bertamu c. Kita harus menghargai tamu.
b. Setiap orang berbeda kepribadiannya d. Kita karus senantiasa berkorban
33. Muka orang tua itu merah, diurutinya kumisnya yang putih seperti sikat pengapur dinding dan marah. Katanya, “Engkau jangan berbicara seperti itu dengan aku, engkau harus hormat kepadaku. Biarpun engkau sudah besar, tetapi aku tetap bapakmu.”
Pesan pada cuplikan novel tersebut adalah….
a. Orang tua kita hormati seperlunya saja.
b. Jika kita sudah tua, boleh saja tidak ingat orang tua.
c. Kita harus saling menyayangi sesama anggota keluarga.
d. Kita harus tetap menghormati orang tua sampai kapan pun
34. Dengan agak tergesa aku berjalan menyusuri trotoar. Aku tengadah, langit makin gelap, matahari di atas ubun-ubun. Sebentar lagi hujan turun, pikirku. Aku pandangi langit mencari matahari yang sembunyi di balik awan.
Latar waktu penggalan cerita di atas adalah….
a. pagi hari b. siang hari c. sore hari d. malam hari.
35. Bunga, begitulah kawan-kawan memanggilnya. Ia hidup disebuah tempat yang jauh dari kota. Semua anak yang sebaya dengannya pasti mengenalnya dengan baik. Senyumnya selalu menghiasi bibir mungilnya. Belum pernah ia menduduki peringkat lebih dari kelima. Selama ini ia masuk tiga besar di kelasnya. Sebagai orang yang bertempat tinggal jauh dari kota, pakaiannya tidak ada yang terlalu mencolok, walaupun sebenarnya ia mampu membeli pakaian yang mahal. Maklum ia anak orang kaya di desanya.
Watak Bunga dalam cerita di atas adalah….
a. sombong dan pandai c. rendah hati dan pandai
b. rendah diri dan pandai d. ramah dan pemalu
36. ……….
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati siang tadi
Mimik pembaca saat membaca puisi tersebut harus menggambarkan suasana….
a. bergembira ria b. kacau balau c. membakar semangat d. sedih
37. Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta
Jika kita membacakan puisi tersebut maka penghayatan isi puisi itu adalah….
a. Menggambarkan penyesalan seseorang c. Melukiskan kelalaian anak muda
b. Menceritakan kemiskinan seseorang d. Mengungkapkan kehidupan anak muda
38. Pembacaan puisi dengan suasana pengharapan terdapat pada puisi….
a. Duduk begini di bulan terang c. Wajah sunyi setengah tengadah
Mendengarkan gelombang memecah Menangkap sepi padang senja
di karang Dunia tambah beku ditengah derap
Rasakan putus jantungku gerang dan suara menderu
b. Teruslah, O Teratai bahagia d. Sejarah mencatat dan tuliskan
Berseri dikebun Indonesia dan anak-anak kami mengangguk
Biar sedikit penjaga taman di sini pernah perang saudara
39. Perhatikan keempat kutipan puisi berikut!
1) Biar datang penyairJangan terima bertamuSegala yang mengingatkan padamuUsir! 3) Antara pagi kerjaDan senja memujaKehidupan sederhanaDi tengah manusia kenal setia
2) Demikian engkauIbu, bapa kekasih pulaBerpadu satu dalam dirimuMengawas daku dalam dunia 4) Matanya terus mengawas dakuWalau bibirnya tiada bergerakMukanya masam menahan sedanHatinya pedih karena lakuku
Rima akhir dari keempat kutipan puisi tersebut di atas yang sama adalah puisi nomor….
a. 1 dan 2 b. 3 dan 4 c. 2 dan 3 d. 1 dan 4
40. Bila kasihmu ibarat samodra
sempit lautan teduh
Tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
Tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
Kalau aku ujian kemudian ditanya tentang pahlawan
Namamu, ibu, yang kusebut terlebih dahulu
Lantaran aku tahu
Engkau ibu dan aku anakmu.
Makna puisi tersebut menggambarkan ….
a. kesedihan seorang anak c. kerinduan seorang anak kepada ibunya
b. kegelisahan hati seorang anak d. perasaan sayang seorang anak kepada ibunya
B. Jawablah dengan jelas dan benar!
41. Setelah selesai melaksanakan ulangan semester gasal, OSIS akan mengadakan kegiatan pertandingan antarkelas. Untuk itu susunlah surat undangan dari ketua OSIS kepada pengurus OSIS di sekolahmu untuk rapat pembentuakan panitia. Anggaplah kamu sebagai ketua OSIS.
42. Dalam rangka kegiatan memperingati Maulid Nabi Besar Muhamad SAW, OSIS membentuk panitia dengan seksi-seksi 1) seksi acara, 2) seksi konsumsi, 3) seksi dekorasi dan dokumentasi, 4) seksi perlengkapan. Untuk kegiatan ini panitia/sekolah mengundang pembicara dari ulama/kyai setempat. Sumber dana untuk pelaksanaan kegiatan ini berasal dari sekolah.
Berkaitan dengan ilustrasi di atas susunlah rencana anggaran pelaksanaan peringatan Maulid Nabi tersebut!
43. Kegiatan perdagangan sayuran seperti kobis wortel cabai dan kacang panjang sangat laku di pacitan. jika kebutuhan sayur di kota ini tinggi para pedagang mendatangkan jenis-jenis sayuran dari luar pacitan. Dengan demikian keadaan itu memberi kesempatan kerja bagi warga di pacitan yang bisa membaca peluang bisnis.
Suntinglah wacana tersebut dengan menggunakan tanda baca koma dan huruf kapital secara benar!
44. Apotek hidup adalah tumbuh-tumbuhan berkasiat obat yang ditanam di lingkungan rumah. Di desa Tegalwangi terdapat 75 keluarga dari 1000 keluarga yang sudah menanam tanaman apotek hidup. Pemahaman terhadap pentingnya apotek hidup diperkirakan hanya 35% dari jumlah penduduk di desa itu. Padahal Dinas Kesehatan setempat mengatakan bahwa apotek hidup merupakan altenatif yang murah untuk menjaga kesehatan keluarga.
Berdasarkan wacana tersebut di atas jawablah pertanyaan berikut!
a. Tulislah pernyataan yang berupa fakta!
b. Susunlah sebuah simpulan berdasarkan wacana tersebut!
c. Tentukan kata-kata yang tidak baku pada wacana tersebut!
45. Pada wacana nomor soal 44 terdapat kata-kata apotek hidup dan obat.
a. Susunlah dua kalimat aktif dengan menggunakan kata khusus dari apotek hidup!
b. Susunlah dua kalimat pasif dengan menggunakan kata khusus dari obat!
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori
Inovasi Pembelajaran
Teknologi informasi semakin maju pesat, lembaga pendidikan kian berlomba untuk memperbaiki kualitas out put yang dihasilkannya. Kinerja guru semakin tertantang dengan tuntutan yang semakin berat. Bayang-bayang profesionalisme dalam tugas dan inovasi-inovasi yang tak akan pernah berhenti mengharuskan guru tak hanya tinggal diam dan tenggelam ditelan kemajuan zaman yang serba digital. Kepekaan guru merespon kebutuhan siswa akan media belajar, teknik belajar dan strategi-strategi pembelajaran mutlak diperlukan.
SMP Negeri 2 Bandar yang terletak di Kecamatan Bandar, berusaha untuk selangkah lebih maju dan dinamis walaupun dengan segala keterbatasannya, dengan lokasi belajar yang serba minimal dalam media dan sumber daya manusianya.
Beberapa upaya untuk membuat inovasi dan terobosan metode pembelajaran dilakukan untuk mewujudkan misi dan visi sekolah. Segala sesuatu berawal dari kesulitan, tetapi bukan suatu hal yang mustahil, impian bisa diwujudkan. Semangat kebersamaan adalah kunci untuk menyingkirkan sikap skeptis, pesimistis menjadi optimis. Sarana belajar mulai dilengkapi dengan direhabnya gedung perpustakaan, yang berperan ganda sebagai ruang multimedia. Kapasitas ruang diperbesar untuk memungkinkan guru melakukan aktivitas belajar interaktif dengan memanfaatkan buku-buku koleksi perpustakaan dan memanfaatkan media pembelajaran melalui komputer dan televisi.
Multimedia disediakan untuk menumbuhkan rasa ketertarikan siswa dengan memberikan metode pembelajaran menyenangkan dengan berbagai teknik. Seperti pemanfaatan power point. Bulan September 2007 diadakan pelatihan power point pada seluruh guru dengan harapan guru dapat memanfaatkan media pembelajaran komputer untuk mengajar siswa. Bulan Agustus 2007 dikirim beberapa orang guru untuk mengikuti pelatihan sehari yang membahas media pembelajaran dengan menggunakan Flash Macromedia. Diharapkan guru yang diutus mewakili sekolah dapat menularkan ilmu yang diperoleh di lingkungan sekolah sehingga informasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan oleh guru lain. Kemudian pada bulan April 2008 guru, TU dan pustakawan mengikuti pelatihan JARDIKNAS selama 3 hari.
Selain memaksimalkan fungsi ruang perpustakaan dan multimedia, sekolah mengusahakan keterampilan kecakapan hidup yang akan berguna setelah anak menyelesaikan masa sekolah dan terjun ke dunia masyarakat. Sekolah mengusahakan keterampilan menjahit dengan mendatangkan pelatih berpengalaman dari luar sekolah. Sekolah menyediakan beberapa unit alat/mesin jahit, bordir, mesin cetak sablon dan sebagainya.
Beberapa kendala memang dihadapi, tetapi segala sesuatu manuver inovasi disadari rentan terhadap resiko kegagalan. Itu adalah sesuatu yang harus dihadapi dan dibayar mahal untuk membuat suatu kemajuan, suatu hal yang baru.
Pada tahun yang lalu, 2006 dibangun studio musik dan melengkapinya dengan alat-alat musik. Semua itu bertujuan untuk memupuk bakat dan minat siswa terhadap musik dan ragam keterampilan atau kesenian yang lain. Beberapa materi ektrakurikuler digulirkan untuk memberi siswa pilihan berdasarkan minat dan bakatnya, seperti PMR, Pramuka, band, seni tari dan sebagainya.
Sekolah berusaha untuk dapat memberikan pelayanan maksimal dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Mulai bulan September 2007, dengan menggunakan chip yang khusus untuk berinternet, SMP Negeri 2 Bandar telah dapat menikmati berinteraksi di dunia maya dengan browsing internet. Beberapa bahan pembelajaran dapat dengan mudah diakses lewat internet. Seperti power point, contoh cerpen, berita aktual, dan berbagai game interaktif dapat dihadirkan untuk menambah daya tarik pembelajaran. Selain itu mulai April 2008, diluncurkannya weblog resmi sekolah, yaitu smpn2bandar.wordpress.com. Posisi sekolah yang berada di pegunungan tidak memungkinkan mempergunakan jaringan kabel telepon untuk berinternet. Dengan berani menempuh resiko, sekolah mencoba untuk dapat memanfaatkan peralatan yang dimiliki menembus dunia internet lewat sinyal satelit yang disediakan oleh ProXL dengan kartu chipnya.(SAIFUDDIN)
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori
Hebat! Satu kata yang pantas untuk pelatihan ini. Kami bisa lebih ‘mahir’ komputer (paling tidak di tingkat sekolah kami). Walau sebenarnya kami sudah bisa Word, Excel, Powerpoint, dan Ngenet, tapi kami belum tau cara-cara cepat untuk bekerja. Apalagi instrukturnya keren abis (tentu aja spt yang nulis), Mr Joko yang cool’ , Mr Hendri yang yahud, dan lain-lain. Singkaat kata kami orgasme, eh puas. Tapi sayang sinyal JARDIKNAS belum sampai di Petungsinarang, jadi tetap aja kami tidak bisa gratisan internet. Mungkin memang nasib kani yang SSN (Sekolah Standar Ndeso).
Diarsipkan di bawah: Profil Sekolah
Sekolah kami termasuk hebat. Bagaimana tidak, sembilan tahun kami beridi dengan tertatih-tatih, akhirnya dengan perkembangannya sekarang sudah menjadi SSN alias Sekolah Standar Ndeso. Hehehe
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!